Cara Mengatasi Serangan Kutu Daun Pohon Jeruk

Pertanianku — Kutu daun termasuk hama yang cukup menyulitkan pekebun karena menjadi vektor bagi penyakit virus tristeza. Kutu daun pohon jeruk akan menyebabkan lubang-lubang pada kayu batang atau cabang, dekik atau lekukan ke dalam pada kayu di bawah kulit batang, cabang bersegi-segi, dan daun yang menguning. Serangan kutu daun sepintas mirip seperti CVPD atau kekurangan unsur mikro.

kutu daun pohon jeruk
foto: Pertanianku

Kutu daun lebih sering menyerang tunas dan daun muda dengan cara mengisap cairan tanaman hingga helaian daun menggulung. Kutu daun pohon jeruk hidup berkoloni. Warna tubuhnya cukup variatif, mulai dari hitam, cokelat, hingga hijau. Warna tubuh ini disesuaikan dengan spesies kutu.

Dampak buruk lain yang ditimbulkan dari hama kutu adalah embun jelaga. Embun jelaga yang dihasilkan oleh kutu akan menutupi permukaan daun sehingga merangsang pertumbuhan jamur yang dapat menjadi penyakit bagi tanaman.

Selain itu, kutu juga mengeluarkan toksin sehingga dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, deformasi, dan terbentuk puru pada helaian daun.

Ukuran tubuh kutu terbilang kecil, tetapi masih bisa dilihat secara kasat mata. Ukurannya sekitar 1—6 mm, tubuhnya lunak, berbentuk seperti buah pir, dan mobilitasnya rendah. Satu generasi kutu bisa hidup selama 6—8 hari lamanya pada suhu 25°C. Lama hidup kutu akan semakin panjang apabila suhu semakin rendah.

Ada beberapa jenis kutu yang bersayap, tetapi ada juga yang tidak bersayap. Selain itu, ada yang seksual atau aseksusal. Ada juga yang hidup berpindah-pindah tempat ataupun menetap.

Pengendalian kutu daun dilakukan dengan cara pemantauan setiap hari. Jika populasi kutu sudah menghambat atau merusak pertumbuhan tunas, kutu dikendalikan dengan predator dari famili Syripdae, Coccinellidae, dan Chrysopidae. Mulsa jerami juga dapat berfungsi menekan angka pertumbuhan kutu di pembibitan.

Baca Juga:  Langkah Mudah Menanam Bawang Lanang, Bawang Putih Tunggal

Jika kutu ingin dikendalikan secara kimiawi, Anda bisa menggunakan insektisida yang berbahan aktif Dimethoate, Alfametrin, Abamektin, dan Sipermetrin. Penyemprotan harus dilakukan dengan dosis serta cara yang benar. Lakukan penyemprotan hanya di bagian tanaman yang terserang hama.