Cara Mengatasi Ulat Kantong pada Tanaman Sawit

Pertanianku— Kehadiran hama di lahan pertanian dapat membuat penurunan produksi karena tanaman terganggu akibat adanya kerusakan yang disebabkan oleh hama. Salah satu hama yang menyerang kelapa sawit adalah ulat kantong. Ada tiga jenis ulat kantong yang menyerang kelapa sawit, di antaranya Metisa plana, Mahasena corbetti, dan Crematosphias pendul.

ulat kantong
foto: pertanianku

Stadia ulat Metisa plana terjadi selama 50 hari, ulat tersebut berukuran 12 mm dengan panjang kantong 15—17 mm. Sementara itu, stadia ulat Mahasena corbetti terjadi selama 80 hari, ulat tersebut berukuran 30—35 mm dengan panjang kantong 30—50 mm.

Penyebaran hama ini terbilang cepat karena hama mudah berpindah dari satu daun ke daun lain atau dari satu pohon ke pohon lain. Tingkat produktivitas serangga ini juga cukup tinggi. Ngengat betina Mahasena corbetti mampu menghasilkan telur sebanyak 2.000—3.000 butir. Telur-telur tersebut akan menetas setelah 16 hari kemudian.

Loading...

Ulat yang baru menetas sangat aktif dan bergelantungan pada benang-benang liurnya. Kebiasaan tersebut menyebabkan ulat ini mudah berpindah tempat dari satu daun ke daun lain. Selain itu, benang liurnya juga bisa dengan mudah menyebar karena bantuan angin atau terbawa manusia dan binatang.

Ulat sangat aktif memakan daun sambil membuat kantong untuk menyelimuti tubuhnya dari potongan daun yang agak kasar. Setelah kantong sudah selesai, ulat akan bergerak dan makan dengan hanya mengeluarkan kepala dan kaki ke depan dari dalam kantong.

Pembuatan sarang kantong tersebut menyebabkan daun menjadi rusak, berlubang dan tidak utuh karena digunakan ulat untuk membuat kantong. Kerusakan daun dimulai dari lapisan epidermis dan berlanjut sehingga membuat daun mengering dan menyebabkan tajuk pada bagian bawah berwarna abu-abu.

Baca Juga:  Ikan Dingkis, Ikan Pembawa Keberuntungan

Hama ini bisa menyebabkan kerusakan sehingga menurunkan produksi hingga 40 persen. Anda bisa melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif endosulfan 330,9 gram per liter, seperti Thiodan 35 EC dengan dosis 0,8 kg/hektare atau dengan bahan aktif triklorfan 95 persen dengan dosis 1 kg/hektare.

Hama ini bisa diberantas secara biologis dengan cara melepas predator atau parasit dari ulat ini. Predator larva ulat adalah Sycanus dichotomus, sedangkan parasit larva adalah Callimerus aracuver, Brachymeria sp, dan masih banyak lagi. Predator dan parasit tersebut akan mengganggu kehidupan ulat sehingga menyebabkan ulat-ulat tersebut mati.

 

Loading...
Loading...