Cara Mengatur Pola Produksi Ayam Petelur agar Berkelanjutan

Pertanianku — Tugas peternak bukan hanya meningkatkan produksi telur, melainkan juga menjaga produksi agar terus berkelanjutan sehingga keuntungan yang diperoleh maksimal. Produksi yang berkelanjutan bisa dijaga dengan mengatur pola produksi yang tepat. Berikut ini cara mengatur pola produksi ayam petelur yang dapat Anda ikuti.

produksi ayam petelur
foto: Trubus

Mengganti ayam apkir

Pada saat-saat tertentu peternak harus melakukan pengapkiran ayam. Biasanya, terjadi ketika ayam sudah memasuki masa kurang produktif atau mengalami penurunan produksi. Apabila ayam-ayam yang masuk ke dua kategori tersebut tetap dipelihara, malah akan menyebabkan penurunan pendapatan karena tidak bisa berproduksi secara optimal. Pasalnya, biaya produksi tetap tapi hasil produksinya menurun.

Ayam yang sudah harus diapkir ciri-cirinya adalah lemas, nafsu makan menurun, badan mulai mengecil, pertumbuhan bulu terganggu, serta jengger pucat atau timbul bintik-bintik. Setelah pengapkiran, Anda harus menyiapkan bibit baru untuk menggantikan ayam yang diapkir. Pengapkiran sebaiknya dilakukan secara serentak. Penggantian ayam apkir dilakukan satu atau dua minggu setelah kandang dikosongkan. Selama dikosongkan, kandang perlu dibersihkan.

Jaga kondisi bulu ayam

Secara alami ayam petelur memiliki sifat moulting, yakni rontok bulu yang merupakan pertanda berakhirnya produksi telur secara sementara. Tanda ini bisa menjadi bahan untuk mengambil keputusan untuk pengapkiran atau istirahat produksi sementara. Ketika moulting terjadi di akhir masa produksi, sebaiknya ayam diapkir dan dijual sebagai ayam apkir. Namun, bila moulting terjadi di tengah masa produksi, itu pertanda ayam petelur hanya butuh istirahat.

Biasanya, moulting terjadi hanya satu atau dua kali dalam setahun. Setelah moulting, ayam akan kembali berproduksi lagi ketika bulu-bulu mulai tumbuh kembali.

Minimalisir tingkat kematian

Kematian pada ayam petelur bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari penyakit, pemberian pakan yang tidak tepat, keracunan, lingkungan yang tidak sesuai, perlakuan kasar dari tenaga kandang, dan stres. Agar tingkat kematian tidak besar, Anda perlu menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang, memperlakukan ayam dengan baik, serta menyediakan pakan dan minum berkualitas.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Domba Ternak

Selain itu, peternak juga perlu melakukan sistem biosekuriti yang benar dengan memisahkan ayam yang sakit, menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan disinfektan, mengosongkan kandang sebelum pengisian, dan memonitor lalu lintas orang ataupun kendaraan.