Cara Mengendalikan Penyakit Busuk Daun Kentang atau Hawar Daun

Pertanianku Penyakit busuk daun kentang disebabkan oleh patogen Phytopthora infestans. Pohon inang patogen tersebut adalah tomat, kentang, paprika, terung, cabai, dan tanaman dari famili Solanaceae lainnya. Patogen tersebut dapat menyebar dibantu oleh angin, serangga, dan air.

Penyakit busuk daun kentang
Foto: Pertanianku

Spora patogen tersebut dapat langsung berkecambah mengeluarkan zoospora ketika sampai di daun kentang yang masih basah. Sementara itu, spora yang jatuh ke tanah akan menginfeksi umbi kentang.

Penyakit busuk daun kentang sering menyerang tanaman yang berada di dataran tinggi dengan suhu rendah dan kelembapan yang tinggi. Pasalnya, patogen penyakit ini mudah berkembang biak di daerah dengan suhu 18—21°C dan kelembapan udara tinggi di atas 80 persen. Biasanya, penyakit ini muncul setelah tanaman berumur 5—6 minggu setelah tanam.

Gejala awal tanaman ini berupa bercak basah di bagian tepi atau tengah daun. Bercak tersebut akan melebar sehingga membentuk daerah berwarna cokelat/abu-abu dengan bagian tengah yang agak gelap serta basah. Bercak tersebut dapat melebar dengan cepat ke seluruh permukaan daun karena kondisi kelembapan yang cukup tinggi.

Serangan penyakit ini dapat menyebar ke bagian tanaman lain, seperti tangkai, batang, dan umbi kentang. Serangan dengan intensitas yang berat dapat membuat tanaman kentang mati.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan melakukan sanitasi pada pertanaman kentang yang terserang penyakit, sekaligus pada tanaman gulma liar yang berpotensi menularkan beberapa penyakit tanaman.

Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan bibit yang tahan terhadap penyakit busuk daun kentang. Bibit tersebut perlu dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan agen hayati Pseudomonas fluorescens dengan dosis 1 ml Pf per liter air.

Penerapan waktu tanam kentang dan membersihkan sisa tanaman kentang yang terserang dengan pembakaran juga sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan memutus rantai penularan penyakit pada tanaman yang masih sehat.

Baca Juga:  Ramuan Herbal untuk Mengatasi Jerawat yang Mudah Dibuat

Jika langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan tapi belum berhasil, Anda dapat menggunakan fungisida sintetik yang berbahan aktif mankozeb, propineb, dan kaptafol. Larutan fungisida tersebut sebaiknya ditambah perekat agar fungisida tidak tercuci ketika hujan turun.