Cara Mengendalikan Penyakit pada Buah Naga

Pertanianku – Saat ini banyak orang berlomba-lomba menjalankan bisnis budi daya buah naga. Budi daya buah naga menjadi ladang bisnis yang cukup potensial saat ini. Namun, bukan berarti menjalankan budi daya buah naga tanpa risiko. Risiko yang akan Anda alami saat memutuskan untuk menjalankan bisnis budi daya buah adalah serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa cara mengendalikan penyakit pada buah naga.

Cara Mengendalikan Penyakit pada Buah Naga

Teknik pengendalian penyakit

Loading...

Anda perlu mengusahakan agar tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Salah satunya menerapkan strategi pada pemilihan tempat tumbuh yang cocok seperti tanah lempung berpasir dengan drainase yang baik serta memiliki curah hujan optimum 1.500 mm/tahun (tersebar merata). Atau, teknik optimalisasi pemupukan yang disesuaikan dengan tanah setempat menjadi salah satu kunci yang sangat penting dari ketahanan tanaman buah naga.

Meningkatkan ketahanan tanaman dari berbagai ancaman penyakit dengan cara mengoptimalisasi pemupukan merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Kecukupan unsur kalsium dan kalium sangatlah berperan penting dalam menjaga ketahanan tanaman.

Biasanya, penyakit yang menjangkiti buah naga melakukannya dengan cara menginfeksi batang tanaman dan buah. Waktu yang dibutuhkan dalam proses itu minimal 4 jam. Oleh karena itu, diusahakan agar permukaan dari tanaman buah naga tidak basah dalam waktu lama. Lebih baik gunakan saja pengairan sistem irigasi sprinkler dan menghindari penyiraman saat menjelang malam hari.

Mengaplikasikan fungisida yang tepat guna

Penggunaan mulsa organik seperti alang-alang atau jerami di sekitar tanaman dapat diterapkan guna mengurangi percikan air. Selain itu, dapat juga digunakan beberapa jenis rumput-rumputan yang dirapikan untuk membantu mengurangi percikan air yang berasal dari tanah. Namun, tetap dibutuhkan pengawasan yang sangat intensif, terutama ketika musim hujan. Jika ditemukan adanya buah yang busuk, sebaiknya ambil kemudian bakar saja.

Baca Juga:  Gedebog Pisang, Limbah di Indonesia Berharga Mahal di Amerika

Jangan pernah membuang buah naga busuk di sembarang tempat. Hal ini akan menjadi salah satu sumber penyakit bagi tanaman yang masih segar. Setelah membuah buah-buah yang terserang penyakit dari pohon, baru dapat dilakukan penggunaan fungisida, baik itu botanis, sintetik maupun hayati. Hal ini dilakukan karena pengambilan buah yang terserang penyakit memang sangat penting untuk mencegah penularan pathogen pada buah naga saat memberikan fungsida.

Loading...
Loading...