Cara Mengeringkan Bahan-bahan untuk Ramuan Herbal

Pertanianku — Saat ini ramuan herbal menjadi salah satu alternatif yang mulai dilirik banyak orang. Ramuan ini terbuat dari berbagai bahan alami yang harus ditangani dengan benar dan tidak bisa bertahan dalam jangka waktu panjang. Misalnya, rimpang jahe yang sudah tua atau bertunas sudah tidak bisa digunakan karena kandungan zat aktifnya berkurang.

ramuan herbal
foto: Pixabay

Satu-satunya solusi mengatasi permasalahan tersebut adalah mengeringkan bahan ramuan herbal. Berikut ini cara mengeringkan bahan-bahan untuk ramuan herbal.

Cuci dan sikat bahan-bahan

Bahan-bahan ramuan herbal yang akan dikeringkan harus dicuci dan disikat terlebih dahulu untuk menghilangkan tanah yang masih menempel pada rimpang. Setelah bersih, potong rimpang induk yang berukuran besar agar lebih mudah dikeringkan dengan sempurna. Rimpang yang berukuran besar sebaiknya dipotong tidak terlalu tebal atau tipis, sekitar 0,5 cm.

Jemur bahan

Penjemuran bahan dilakukan sampai pukul 10:00. Apabila hingga pukul 10:00 rimpang belum kering, penjemuran dapat dilakukan esok hari. Penjemuran yang dilakukan pada pagi hari dapat membuat kadar air di dalam bahan herbal berkurang. Setelah pukul 10:00, bahan herbal ditutup dengan kain tipis berwarna hitam.

Penutupan rimpang bertujuan mengurangi penguapan minyak atsiri dan zat berkhasiat. Selain itu, penutupan juga bisa menghindari perubahan warna dan kerusakan. Kualitas bahan herbal dapat dilihat dari perubahan warna dan aroma dari bahan aslinya. Bahan ramuan yang sedang dijemur tidak boleh dibolak-balik karena dapat menyebabkan kandungan zat aktif atau khasiat rimpang menguap.

Penjemuran sebaiknya dilakukan secara tidak langsung dengan cara diangin-anginkan sampai kering. Untuk bahan yang sulit kering, penjemuran dapat dilakukan di bawah teduhan sinar matahari dengan kontrol suhu yang stabil. Pengeringan sebaiknya berada pada suhu di bawah 60°C.

Baca Juga:  Beragam Manfaat yang Tersembunyi dalam Daun Pegagan

Bahan herbal yang sudah kering atau kadar airnya tersisa 10 persen ditandai dengan mudah patah saat diremas atau dipatahkan. Proses pengeringan juga bisa dilakukan dengan menggunakan oven. Pengeringan dengan oven dapat menghindari kontaminasi dan suhunya stabil sehingga pengeringan berlangsung sempurna.