Cara Mengetahui Takaran Pupuk yang Tepat

Pertanianku — Pupuk menjadi sumber nutrisi bagi tanah dan tanaman sehingga perlu diberikan secara rutin. Pemberian pupuk menjadi salah satu kunci keberhasilan mendapatkan panen berlimpah. Namun, hingga saat ini masih banyak yang belum memahami bagaimana cara pemberian pupuk yang benar agar pupuk bisa bekerja secara efektif. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah takaran pupuk yang diberikan.

takaran pupuk
foto: Pertanianku

Takaran pupuk harus diberikan dengan tepat agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan unsur hara tanaman. Beda jenis pupuk akan berbeda pula takaran yang harus diberikan. Biasanya, pedoman takaran pupuk sudah tercatat di dalam kemasan pupuk tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pupuk yang diinginkan.

Belum lagi setiap tahap pertumbuhan tanaman membutuhkan takaran komposisi pupuk yang berbeda-beda juga. Hal tersebut berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sesuai dengan umurnya.

Pupuk buatan terdiri atas dua jenis, yaitu pupuk majemuk dan pupuk tunggal. Terkadang, banyak petunjuk yang menyajikan informasi dalam bentuk pupuk tunggal seperti urea, SP36, dan KCl. Pada kenyataannya, pupuk yang lebih mudah dijumpai di toko atau di pasar adalah pupuk majemuk seperti NPK Phonska. Oleh karena itu, agar kadar komposisi pupuk yang digunakan sudah sesuai anjuran, Anda perlu mengetahui cara konversi pupuk tunggal ke pupuk majemuk.

Pupuk urea mengandung nitrogen sebanyak 45 persen, pupuk SP36 mengandung P2O5 sebanyak 36 persen, dan pupuk KCL mengandung K2O sebanyak 60 persen. Artinya, dalam 100 kg pupuk urea mengandung 45 Kg N, di dalam 100 kg SP36 mengandung 36 kg P2O5, dan di dalam 100 kg mengandung 60 kg K2O.

Jika Anda mendapati pupuk yang tertulis NPK Phonska 15:15:15, artinya pupuk tersebut mengandung N 15 persen, P2O5 15 persen, dan K2O 15 persen. Dengan demikian, dalam 100 kg NPK Phonska terdapat 15 Kg N, 15 kg P2O5, dan 15 kg K2O.

Baca Juga:  Sembilan Alasan untuk Memulai Budidaya Jamur

Jika direkomendasikan komposisi pupuk yang harus digunakan per hektare adalah 135 kg N, 36 kg P2O5 dan 20 kg K2O, takaran pupuk yang dibutuhkan adalah:

N = 135/45 x 100 = 300 kg urea;

P2O5 = 36/36 x 100 = 100 kg SP36; dan

K2O = 20/60 x 100 = 33 Kg KCL.

Selanjutnya, untuk mengetahui berapa besaran pupuk NPK Phonska yang dibutuhkan, lihat kebutuhan pupuk yang paling kecil. Dalam hal ini adalah KCL, yaitu sebesar 33 kg. Dengan begitu, pupuk Phonska yang dibutuhkan sebanyak = 20/15 x 100 = 133 kg/ha.

Saat ini, keperluan K2O sudah terpenuhi semuanya, tinggal kandungan N dan, P2O5. Anda harus menghitungnya untuk mengetahui berapa besar kekurangannya karena perlu ditambahkan pupuk tunggal urea dan SP36.