Cara Menghemat Air pada Sistem Hidroponik

Pertanianku — Ketika musim kemarau tiba, lahan pertanian akan mengering dan banyak petani yang mengalami kerugian karena gagal panen. Akan tetapi, hal ini bisa dibenahi. Anda bisa mulai menerapkan sistem hidroponik, yakni berkebun tanpa harus mengandalkan tanah. Namun, tetap saja Anda harus memerhatikan pasokan air. Nah, bagaimana cara menghemat air pada sistem hidroponik?

cara menghemat air pada sistem hidroponik
Foto: Pixabay

Sistem hidroponik dapat menghemat penggunaan air, yaitu dapat menghemat sampai 10 kali dari jumlah air yang digunakan pada sistem pertanian atau perkebunan konvensional. Pada sistem pertanian atau perkebunan tradisional, air yang digunakan untuk penyiraman atau irigasi akan mengalir begitu saja sehingga perlu dilakukan pengairan yang teratur.

Berbeda dengan sistem hidroponik yang menggunakan sistem aliran tertutup, artinya pasokan air akan disimpan dalam sebuah wadah dan tidak akan hilang. Walaupun demikian, cara penghematan air di sistem hidroponik tetap dipelajari agar penggunaan air lebih hemat sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. Cara penghematan air berikut ini dapat digunakan pada sistem hidroponik dengan lingkungan yang terkendali.

Loading...
  1. Menampung air hujan

Daripada air hujan mengalir begitu saja dan menyebabkan banjir, lebih baik ditampung dan dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian. Anda dapat membuat bak, sumur penampungan air hujan, atau menggunakan drum.

  1. Memanfaatkan uap tanaman

Uap dilepaskan oleh tanaman untuk tetap mempertahankan udara dingin. Hampir 95 persen air yang diambil oleh tanaman akan dilepaskan kembali dalam bentuk uap udara sebagai bagian dari siklus air alam. Pada sistem pertanian atau perkebunan dengan sistem lingkungan terkendali, uap tanaman tersebut akan keluar melalui lubang ventilasi green house.

Kita dapat mengambil kembali air yang dilepaskan tanaman dalam bentuk uap tersebut dengan cara mengondensasikan uap air tadi dengan alat kondenser. Dengan cara ini, air yang terlepas dapat digunakan kembali untuk tanaman.

  1. Mengolah air limbah rumah tangga
Baca Juga:  Mojokerto Diharapkan Jadi Sentra Biji Kedelai Skala Besar

Air yang terbuang begitu saja untuk keperluan sehari-sehari seperti mandi, toilet dan sebagainya dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan zat-zat yang berbahaya.

Loading...
Loading...