Cara Menghilangkan Sifat Mengeram pada Ayam Kampung


Pertanianku — Sifat mengeram merupakan hal yang umum dilakukan oleh ayam kampung atau ayam jenis lainnya. Setelah ayam bertelur, memang sudah naluri induk ayam yang akan mengeram untuk menetaskan telurnya. Cara menghilangkan sifat mengeram pada ayam kampung sebenarnya bisa Anda lalukan.

cara menghilangkan sifat mengeram pada ayam kampung
Foto: Pertanianku

Ketika sifat mengeramnya muncul, ayam biasanya akan sangat sensitif. Saat ada yang mengusiknya, dia akan mematuk untuk menyerang pengganggu itu.

Dalam teknologi perbanyakan reproduksi telur, sifat mengeram merupakan halangan untuk meningkatkan produktivitasnya.

Menurut Sudaryani dan Santosa dalam penelitiannya pada 1995, sifat mengeram ayam kampung masih tinggi. Lama pengeraman bisa sampai 21 hari. Kemudian, induk ayam ini akan mengasuh anak-anaknya dan hal itu menyita masa produktifnya.

Cara menghilangkan sifat mengeram pada ayam kampung sebenarnya mudah. Untuk mengurangi masa pengeraman, cobalah untuk menetaskan telur menggunakan mesin tetas buatan.

Dengan begitu, setelah selesai bertelur satu periode dan kelihatan ada tanda mulai mengeram, maka induk ayam tersebut dimandikan atau dicelupkan ke dalam air. Biasanya, induk yang mengeram memiliki ciri bulu ayam mekar dan mengeluarkan-bunyi bila didekati.

Hal tersebut sebetulnya berfungsi ganda. Mengapa demikian? Karena selain bisa menghilangkan sifat mengeram, memandikan ayam juga bisa membersihkannya dari kutu atau bakteri.

Untuk itu, bubuhi dengan obat pembasmi kutu/gurem ke dalam air untuk mandi ayam. Mandikan ayam 3 kali sehari dan dikurung pada tempat yang terpapar sinar matahari selama kurang lebih enam hari sampai naluri mengeramnya hilang.

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan sifat mengeram pada ayam kampung, yaitu pemberian parasetamol 60—65 mg/kg berat badan ayam per hari. Cara ini dipercaya dapat menghilangkan sifat mengeram tersebut.

Baca Juga:  Waspada! Ini Penyakit yang Sering Menyerang Burung Puyuh