Cara Mengolah Hijauan Menjadi Pakan Hay

Pertanianku — Pakan hijauan untuk ternak tidak akan selalu tersedia terlebih saat musim kemarau yang berkepanjangan. Selain itu, pakan hijau tidak dapat bertahan lama dan membusuk jika tidak langsung dikonsumsi. Pengolahan pakan hijauan agar awet menjadi alternatif untuk para peternak salah satunya dengan diubah menjadi pakan hay.

pakan hay
foto: unsplash

Pakan hay adalah hijauan yang dikeringkan sehingga kandungan air yang tersisa hanya sekitar 12—20 persen. Tujuan dilakukan pengeringan adalah untuk meningkatkan daya tahan hijauan sehingga pakan dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak mudah membusuk.

Apabila pakan ternak tidak langsung dimanfaatkan atau dikonsumsi, pakan harus disimpan dengan cara yang tepat. Hay merupakan salah satu cara untuk menyimpan makanan pakan agar tetap memiliki nilai gizi dan palabitas yang tinggi.

Loading...

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat hay adalah hijauan seperti rumput gajah, rumput raja atau odot, stenotaprum, dan bahan hijauan lainnya. Peralatan yang dibutuhkan adalah mesin chopper. Mesin ini akan memotong kecil-kecil bahan hijauan.

Cara membuat hay diawali dengan memotong kecil-kecil ukuran 10 cm semua bahan yang telah siap dengan menggunakan mesin chopper. Setelah semua bahan selesai dipotong menjadi kecil-kecil, jemur bahan dan sebarkan secara merata dengan ketebalan yang tipis.

Selama masa penjemuran, bahan harus rutin dibolak-balik agar pengeringan merata ke seluruh bahan. Penjemuran dilakukan selama 1—2 jam lamanya atau setidaknya hingga kadar air pada bahan hijauan berkurang, menyusut hingga 15—20 persen.

Setelah bahan kering dengan rata, kumpulkan semua bahan hijauan ke dalam satu wadah, kemudian press dan ikat dengan tali agar mudah untuk disimpan.

Pada dasarnya ada beberapa metode pembuatan hay. Metode pertama adalah dengan dihampar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Metode yang kedua adalah dengan metode pot dan yang ketiga adalah metode standing hay.

Metode pot menggunakan semacam rak yang berguna untuk menyimpan hijauan yang sudah dijemur selama 1—3 hari dan kadar air masih tersisa 50 persen. Sementara, standing hay adalah pembuatan hay dengan cara hijauan dibiarkan kering langsung di lapangan. Misalnya, pohon jagung yang dibiarkan kering langsung di lahannya setelah masa panen jagung.

Baca Juga:  Pahami Sistem Pencernaan Domba agar Pemberian Pakan Tepat

Kelebihan standing hay adalah kadar air lebih rendah dan tidak akan mudah busuk.

Loading...
Loading...