Cara Mengolah Rumen Sapi Menjadi Starter Pupuk dan Pakan Ternak

Pertanianku — Rumen sapi merupakan hasil sampingan atau limbah yang dihasilkan oleh rumah potong hewan (RPH). Biasanya, rumen digunakan untuk bahan baku pembuatan biogas karena cairan rumen mengandung bahan organik yang tinggi. Selain itu, rumen sapi dapat diolah lebih lanjut menjadi starter pupuk dan pakan ternak.

starter pupuk
foto: pertanianku

Rumen merupakan salah satu bagian dari ternak ruminansia seperti kambing, sapi, kerbau, dan domba. Rumen mengandung bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak seperti rumput, pakan hijauan, dan pakan penguat. Isi rumen yang tidak terolah bisa menjadi sumber pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas rumah potong hewan sehingga jumlah pembuangan isi rumen menjadi meningkat jika tidak diolah.

Pengolahan rumen menjadi produk yang bernilai ekonomi juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan.

Rumen sapi bisa juga juga dimanfaatkan sebagai starter pupuk karena rumen mengandung nutrisi serta mikroorganisme yang tinggi. Starter tersebut bisa Anda gunakan sebagai biakan bakteri/mikroba di dalam pembuatan kompos ataupun pupuk oraganik. Starter tersebut juga bisa digunakan sebagai limbah hasil pertanian seperti jerami yang digunakan untuk pakan ternak.

Kandungan nutrisi di dalam rumen juga bisa digunakan untuk membuat good supplement yang bagus untuk ternak seperti bioplus. Bioplus merupakan suplemen ternak yang terbuat dari limbah ternak yang dicampurkan bahan pakan seperti bekatul, molasses, dan EM-4.

Berikut ini cara pembuatan isi rumen sapi menjadi starter yang bisa digunakan untuk pembuatan pupuk, fermentasi pakan ternak, serta bioaktivator.

Bahan-bahan:

  • Isi rumen sapi 5 kg
  • Gula merah 1 kg
  • Bekatul 2 kg
  • Air 10 liter

Peralatan:

  • Wadah bertutup plastik
  • Kayu pengaduk
  • Timbangan
  • Tali rafia
  • Saringan

Cara membuat:

  • Timbang semua bahan seperti gula, bekatul, dan air, lalu campurkan semuanya
  • Masukkan rumen ke ember, lalu aduk hingga rata
  • Tambahkan molasses ke dalam rumen dan kemudian campur hingga rata
  • Tutup ember dengan plastik, kemudian ikat dengan tali rafia selama 1 malam
  • Amati perubahan rumen selama proses pembuatan, pengamatan bisa dilakukan pada hari ke-4, 5, dan 6
Baca Juga:  Resep Agar-Agar Rosella, Dessert Manis yang Bernutrisi

Hal-hal yang harus Anda amati:

  • Perubahan warna dari hijau menjadi cokelat pada hari ke-6
  • Baunya agak menyengat
  • Berat rumen menjadi 9 kg
  • pH-nya
  • Setelah semuanya sudah terlihat, saring rumen di hari ke-7 dan starter sudah bisa digunakan

 

 

 

 

 

 


loading...