Cara Mengolah Rumen Sapi Menjadi Starter Pupuk Organik

Pertanianku— Rumen sapi merupakan cairan yang berasal dari dalam tubuh sapi. Bagian ini masih jarang dimanfaatkan oleh rumah potong hewan sehingga lebih sering berakhir sebagai limbah. Padahal, rumen sapi mengandung bahan organik yang masih bisa diolah menjadi starter pupuk organik.

starter pupuk organik
foto: Pertanianku

Rumen merupakan bagian dari ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, kerbau, dan domba. Di dalam rumen terdapat bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak, misalnya rumput, leguminosa, dan bahan pakan lainnya. Pakan yang masuk ke rumen akan mengalami proses fermentasi oleh mikroorganisme, seperti bakteri, protozoa, yeast, dan fungi.

Jumlah rumen di dalam tubuh sapi terbilang cukup besar. Oleh karena itu, jumlah rumen yang dihasilkan di rumah potong hewan yang bisa memotong hingga puluhan sapi setiap harinya cukup besar. Jika rumen tersebut tidak diolah kembali, bagian tersebut akan menjadi limbah berbahaya yang bisa mencemari lingkungan.

Selama ini, isi rumen sapi dari rumah pemotongan hewan sering digunakan sebagai pakan ternak yang kaya akan protein. Sementara itu, cairan yang dihasilkan di dalam rumen mengandung protein, vitamin, mineral, dan lain-lain. Kandungan tersebut sangat berpotensi untuk dimanfatkan menjadi starter.

Starter tersebut berguna untuk mempercepat proses pengomposan sehingga waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat, sebagai pupuk cair tanaman, mempercepat proses fermentasi jerami pakan ternak, dan sebagai bibit bakteri atau bioaktivator. Cara pembuatannya sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri, simak ulasan berikut ini.

Bahan-bahan:

  • Isi rumen sapi sebanyak 5 kg
  • Tetes tebu atau gula merah 1 kg
  • Katul 2 kg
  • Air 10 liter

Peralatan:

  • Wadah tutup plastik
  • Kayu pengaduk
  • Saringan
  • Timbangan

Cara membuat:

  • Campur seluruh bahan yang sudah disediakan, kecuali rumen.
  • Masukkan rumen ke wadah, lalu campurkan bahan-bahan yang lain. Aduk hingga rata.
  • Tambahkan molasses ke dalam rumen, aduk kembali hingga rata.
  • Tutup wadah dengan rapat, kemudian ikat dengan tali rafia agar penutup semakin erat.
  • Diamkan selama 1 malam.
  • Amati kondisi rumen pada hari ke-4, 5, dan 6. Rumen akan berubah menjadi kecokelatan di hari-6.
  • Pada hari ke-7 rumen disaring terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai starter.
Baca Juga:  Budidaya Hidroponik di Cirebon Menjadi Solusi Jitu Keterbatasan Lahan

 


loading...