Cara Menyimpan Benih Tanaman Hutan

Pertanianku — Benih hasil unduhan sendiri ataupun yang didapatkan dari beli tidak selalu bisa digunakan untuk dikecambahkan. Anda harus menyimpan benih tanaman hutan hingga masa tanam tiba. Hal tersebut berguna untuk menjaga kualitasnya tetap terjaga.

menyimpan benih hutan
foto: pertanianku

Benih yang biasanya digunakan merupakan benih yang memiliki daya kecambah hingga 50 persen lebih. Benih yang memiliki daya kecambah di bawah 50 persen sudah dipastikan tidak bisa digunakan karena rusak dan tidak bisa diperbaiki.

Saat menyimpan benih tanaman hutan, usahakan jangan meletakkan benih langsung di lantai. Gunakan rak untuk menempatkan benih dalam penyimpanan. Saat menyimpan benih, Anda harus memerhatikan karakter benih, yaitu ortodoks atau rekalsitran.

Loading...

Benih ortodoks disimpan dalam wadah yang kedap terhadap uap air dan gas. Benih sebaiknya disimpan dalam wadah yang hampa udara.

Benih ortodoks bisa disimpan dalam wadah plastik berukuran tebal 0,1—0,25 mm, diletakkan dalam ruang kamar bersuhu 25—30°C dengan kelembapan nisbi 70—80 persen. Jika disimpan dalam ruangan ber-AC, suhu sebaiknya sebesar 4—8°C dengan kelembapan nisbi 40—50 persen atau pada ruangan bersuhu dingin sekitar -10 sampai dengan -5°C dengan kelembapan nisbi 40—50 persen.

Ruangan untuk menyimpan benih bersifat ortodoks harus gelap untuk membatasi metabolisme benih sehingga benih tidak akan tumbuh. Jika benih disimpan dalam jangka pendek, sebaiknya dilakukan dalam ruangan ber-AC. Sementara, jika ingin menyimpan dalam jangka panjang, sebaiknya dilakukan dalam ruangan kering dingin atau ruang dingin.

Untuk benih rekalsitran sebaiknya tidak disimpan. Jika memang terpaksa disimpan, sebaiknya tidak disimpan dalam jangka waktu yang lama. Benih yang kental sifat rekalsitran tidak boleh disimpan lebih dari dua hari, seperti Shorea spp. Hal ini akan menyebabkan benih cepat mati.

Baca Juga:  Produk yang Bisa Dihasilkan dari Limbah Kelapa Sawit

Benih rekalsitran memerlukan ruang simpan yang cukup lembap dan sejuk dan harus dikombinasikan dengan sistem aerasi yang baik. Pemanasan ruangan penyimpanan harus dijaga tetap stabil agar tidak terjadi pemanasan yang disebabkan kelembapan tinggi dan respirasi benih.

Ruang simpan benih rekalsitran sebaiknya di ruangan ber-AC dengan suhu 15—20°C dengan kelembapan 50—60 persen. Ruang simpan juga harus dalam keadaan gelap untuk membatasi metabolisme benih.

 

 

Loading...
Loading...