Cara Meracik Kebutuhan Pupuk Tanaman Jagung yang Tepat

Pertanianku — Pupuk menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipersiapkan selama masa pemeliharaan. Pupuk yang digunakan harus tepat dan diberikan dengan cara yang benar. Pupuk tanaman jagung dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri dari bahan-bahan organik yang cukup mudah didapatkan.

pupuk tanaman jagung
foto; Pertanianku

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk tanaman jagung adalah kotoran ternak seperti ayam, sapi, atau kambing. Selain itu, Anda juga membutuhkan dedak, jerami, gula merah, bioaktivator atau EM4, serta air bersih.

Bagi Anda yang berada di daerah peternakan, membuat pupuk tanaman jagung sendiri dapat menjadi alternatif yang menguntungkan peternak karena biaya pemupukan akan jauh lebih murah. Selain itu, cara pembuatannya terbilang cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Berikut ini ulasan lebih jelas mengenai bahan dan alat yang dibutuhkan beserta cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

  • 1 karung kotoran ayam, sapi, atau kambing
  • ½ karung dedak
  • 30 kg tanaman seperti jerami, gedebog pisang atau bisa juga daun leguminosa
  • 100 gram gula merah
  • 50 ml bioaktivator atau biasa disebut EM4
  • Air bersih
  • Tong plastik ukuran 100 liter
  • Selang aerator transparan dengan diameter kira-kira 0,5 cm
  • Botol plastik bekas air mineral ukuran 1 liter

Cara pembuatan:

  1. Siapkan tong plastik untuk wadah pembuatan pupuk. Lubangi tutup tong tadi seukuran dengan selang aerator.
  2. Potong bahan-bahan organik yang ada seperti dedaunan untuk dijadikan bahan baku.
  3. Masukkan semua ke tong dan beri air secukupnya dengan perbandingan bahan pupuk lebih banyak sekitar 1: 2, aduk-aduk hingga merata.
  4. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan juga gula merah dengan 5 liter air, aduk larutan hingga merata.
  5. Masukkan adonan EM4 ke tong yang berisi bahan baku tadi, lalu tutup tong dengan rapat dan masukkan selang lewat tutup tong di lubang. Beri perekat pada selang masuk sehingga tidak ada udara yang masuk. Biarkan saja ujung selang yang lain masuk ke botol air mineral yang telah diberi air, tunggu hingga 7 sampai 10 hari.
  6. Untuk mengecek tingkat kematangan, Anda hanya perlu membuka penutup tong dan cium bau adonan. Jika wanginya sama seperti tapai, ini artinya adonan sudah matang.
  7. Pisahkan zat cairan dengan ampasnya, hal tersebut bisa dengan cara menyaring adonannya.
  8. Masukkan lagi cairan tadi yang telah melewati penyaringan pada sebuah botol plastik ataupun juga kaca, tutup rapat kembali.
  9. Pupuk organik cair siap digunakan.
Baca Juga:  Bukan Hanya Penghasil Getah, Simak Manfaat Lain Tanaman Karet