Cara Merampel Tanaman Cabai agar Tumbuh Tegak dan Kekar

Pertanianku— Tanaman cabai yang sudah selesai disulam harus dirampel agar tumbuh tegak dan kekar. Ada tiga bagian pada tanaman cabai muda yang harus dirampel. Berikut ini ulasan cara merampel tanaman cabai.

cara merampel tanaman cabai
foto: Pertanianku

Tunas yang keluar pada ketiak daun

Jika Anda mendapati tunas yang keluar di bagian ketiak daun, tunas tersebut harus dipangkas. Perampelan tunas di ketiak daun dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman tidak terganggu karena terlalu banyak tunas yang tumbuh. Kebanyakan tunas dapat menyebabkan suplai makanan tidak bisa terserap dengan sempurna oleh cabang inti sehingga pertumbuhan cabang menjadi terhambat.

Pemangkasan tunas yang keluar di bagian ketiak daun dapat membuat tanaman cabai menjadi lebih tegak dan kekar. Tunas-tunas tersebut muncul saat tanaman berumur 8—12 hari setelah tanam jika di dataran rendah. Sementara itu, tanaman cabai yang tumbuh di dataran menengah hingga tinggi dapat mengeluarkan tunas di ketiak daun setelah berumur 15—20 hari setelah tanam.

Merampel tunas yang tumbuh di ketiak daun pada tanaman cabai yang masih muda sebaiknya dilakukan saat musim hujan.

Bunga pertama

Bunga pertama yang muncul di percabangan utama harus dirampel. Merampel bunga pertama dilakukan agar suplai makanan untuk membentuk bunga dapat dialirkan utnuk membentuk daun yang berperan sebagai dapur makanan bagi tanaman cabai.

Perampelan juga perlu dilakukan untuk bunga kedua pohon cabai yang ditanam di dataran tinggi. Tindakan ini dapat menunda pembentukan bunga dan buah sebelum tanaman sudah benar-benar kuat. Setelah itu, bunga ketiga dan seterusnya baru dibiarkan untuk tumbuh.

Daun di bawah cabang utama

Daun di bawah cabang utama perlu dirampel karena daun tersebut tidak bisa berfungsi sebagai penyedia makanan. Selain itu, daun yang terlalu dekat dengan tanah sangat sensitif terhadap serangan hama.

Baca Juga:  Keunggulan Usaha Kangkung Hidroponik

Perampelan daun yang berada di bawah cabang utama dapat dilakukan setelah tajuk tanaman terbentuk dengan optimal. Biasanya, perampelan dilakukan ketika tanaman berusia 75—80 hari setelah tanam untuk tanaman di dataran rendah dan 90—100 hari setelah tanam untuk tanaman di dataran menengah hingga tinggi.