Cara Merawat Anak Ayam yang Benar


Pertanianku — Usia anak ayam di bawah 15 hari merupakan saat-saat yang cukup krusial bagi perkembangan selanjutnya. Apalagi jika dikaitkan dengan target pemeliharaan ayam kampung sebagai penghasil daging. Jika seperti itu, bagaimana cara merawat anak ayam yang benar agar tumbuh dengan baik?

merawat anak ayam
Foto: Shutterstock

Berikut ini beberapa langkah merawat anak ayam yang penting diperhatikan.

  1. Mengatur sistem pemanasan dan suhu kandang

Anak ayam yang baru menetas (DOC), sangat rentan terhadap perubahan kondisi suhu ruangan (anggap saja 25°C) yang berbeda dengan asalnya (suhu tubuh induk sekitar 36°C—38°C). Anak ayam perlu beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, penting diberikan pemanas dengan lampu atau cara lain pada kandang.

Pengontrolan suhu ini harus dilakukan sesering mungkin, dengan menggunakan thermometer yang diletakkan dalam kandang brooder dengan ketinggian 20—30 cm di atas litter. Atau, dapat juga dilakukan dengan melihat aktivitas dan penyebaran anak ayam, yaitu apakah anak ayam akan menyebar rata dalam brooding, mendekati pemanas, atau malah menjauhi pemanas.

  1. Alas kandang ayam (litter)

Litter merupakan alas lantai kandang yang berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta untuk menjaga kehangatan kandang brooder.

Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai litter sebaiknya mempunyai sifat daya serap airnya baik, tidak berdebu, mudah didapat, dan murah harganya. Bahan litter harus bersih dari kotoran atau kuman. Oleh karena itu, sebelum digunakan perlu didesinfeksi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan desinfektan.

  1. Kepadatan kandang

Kepadatan kandang anak ayam merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Kandang brooder yang terlalu padat akan menurunkan ketersediaan oksigen, meningkatkan amoniak, memengaruhi aktivitas ayam, serta meningkatkan persaingan antar ayam dalam mendapatkan oksigen dan makanan. Kandang anak ayam yang terlalu padat juga akan menstimulasi kanibalisme (ayam saling patuk).

  1. Pemberian makanan dan vitamin anak ayam
Baca Juga:  Jenis Ayam Asli Indonesia yang Harganya Fantastis

Berikan ransum secara ad libitum (jika lapar diberi makan) dalam brooding, tetapi cara pemberiannya dilakukan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin. Berikan air minum dengan menggunakan air yang bersih, segar, dan dingin.

Berikan vitamin atau obat antistres yang dilarutkan dalam air minumnya pada saat DOC baru tiba, cuaca buruk, serta 3 hari sebelum dan 3 hari setelah dilakukan vaksinasi. Lakukan vaksinasi ND pada saat anak ayam berumur 4 hari dengan cara tetes mata. Masa brooding ini berlangsung selama 2 minggu.

Tempat ransum dan tempat minum anak ayam dapat diperoleh baik dari limbah/ barang bekas yang mudah didapat seperti potongan boks (kotak pembawa) DOC. Anda juga bisa membeli tempat pakan yang sudah jadi yang banyak dijual di poultry shop.

Untuk DOC baru masuk kandang, minuman anak ayam diberikan larutan gula dengan konsentrasi 2%. Ini berguna untuk mempercepat ayam mendapatkan energi sebelum organ pencernaannya berkembang sempurna.

  1. Pencahayaan kandang ayam

Pada minggu pertama anak ayam membutuhkan pencahayaan, baik siang maupun malam selama 24 jam. Adanya pencahayaan akan menstimulasi ayam untuk selalu mengonsumsi ransum. Cahaya juga dapat merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat memacu pertumbuhan anak ayam.