Cara Merawat Benih Koi yang Benar

Pertanianku — Benih koi yang sudah dipindahkan ke kolam pembesaran memerlukan pakan berupa plankton, infusoria, artemia, dan daphnia. Seluruh jenis pakan tersebut dapat membuat pertumbuhan benih menjadi lebih pesat. Selain pakan, benih juga harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tumbuh dengan baik hingga besar. Berikut ini beberapa langkah merawat benih koi.

merawat benih koi
Foto: dok. Pertanianku

Pakan

Pakan alami tersebut dapat diadakan melalui pemupukan kolam yang menggunakan kotoran ayam sebanyak 1,5 kg/m2 ditambah dengan jerami padi secukupnya. Namun, jika jumlah pakan di dalam kolam masih sedikit, Anda terpaksa harus memberikan pakan buatan seperti kuning telur yang direbus, tepung udang, susu bubuk, dan pakan tepung khusus untuk koi.

Pakan diberikan sebanyak tiga kali sehari, yakni pada pagi, siang, dan sore hari. Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan kemampuan konsumsi benih.

Jumlah pakan yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhannya terhambat, sedangkan jumlah pakan yang berlebih akan mengendap di dasar kolam sehingga membuat kualitas air di dalam kolam menurun. Untuk mencegah penurunan kualitas air, Anda perlu membuang secara rutin pakan yang mengendap di dasar kolam.

Berikan tanaman air atau tempat yang teduh

Perkembangan larva dapat dilihat dari ukuran dan perubahan warna tubuh. Larva berumur 1—4 hari berwarna putih, sedangkan larva berumur 5—15 berwarna kuning, hitam, dan sebagian masih berwarna putih. Umumnya, larva bergerombol dan tersebar di seluruh bidang perairan. Tempat yang teduh dan terlindung sangat disukai, seperti di tepi atau dinding kolam dan di balik tanaman air.

Atur debit air

Rata-rata anak koi bertambah panjang 1 mm/hari. Setelah berumur sebulan, panjang tubuhnya mencapai 40 mm. Tiga minggu kemudian pertumbuhannya mencapai 5—8 cm. Warna ikan akan keluar setelah ikan berusia 3 minggu. Untuk mencegah keluarnya larva dari kolam pemeliharaan, debit air yang masuk melalui inlet diatur, sekitar 0,5 liter/detik. Inlet bisa berupa pipa PVC yang dilengkapi dengan saringan.

Baca Juga:  Rumput Laut Asal Tual dan Maluku Disiapkan Jadi Komoditas Ekspor

Antisipasi sinar matahari yang berlebihan

Saat baru menetas, larva masih rentan terhadap perubahan lingkungan. Misalnya, masuknya cahaya matahari langsung dan hujan lebat. Keduanya akan berpengaruh terhadap suhu air. Hal tersebut dapat menyebabkan larva stres dan pada taraf yang kritis bisa menyebabkan kematian. Antisipasi untuk mengatasi hal tersebut dengan memasang terpal plastik di atas bak.Terpal tersebut dapat dipasang saat matahari sedang terik atau hujan lebat.