Cara Merawat Cucak Ijo

Pertanianku – Perawatan harian burung hijau ini terbilang tidak menyulitkan karena bukan tergolong tipe fighter atau petarung sejati. Yang paling penting, cucak ijo mau mengeluarkan suaranya sesering mungkin. Jadi, pemilihan burung pendamping juga harus sesuai.

Cara Merawat Cucak Ijo

 

Loading...

Jenis burung pemaster suara, semisal kapas tembak atau cucak jenggot. Jika sudah menemukan burung pendamping yang sesuai, sebaiknya tidak memisahkan cucak ijo dari burung tersebut, apalagi jika cucak ijo sudah rajin berkicau. Apabila dipisahkan, bisa dipastikan suara kicauan si ijo tidak serajin sebelumnya, bahkan mungkin tidak mau lagi berkicau. Berikut adalah beberapa aspek yang harus kita perhatikan dalam merawat burung ini.

Pakan

Pakan cucak ijo didominasi jangkrik, ulat hongkong, dan kroto segar. Namun, jumlahnya harus dibatasi. Buah pisang kepok bisa divariasikan dengan apel dan pir. Kedua buah tersebut (apel dan pir) tidak hanya mendorong si ijo mengicaukan suaranya, tetapi suaranya bisa lebih bersih, keras, dan tajam. Madu juga diberikan sekali waktu karena termasuk pakan alaminya. Untuk jangkrik, diberikan 1—2 ekor setiap hari pada pagi dan sore hari. Kroto cukup 2—3 kali dalam seminggu, porsinya 1 sendok teh. Untuk ulat hongkong, jika ingin diberikan bisa 2—3 ekor per hari yang diberikan 3—4 kali seminggu.

Mandi

Memandikan si ijo harus dibiasakan, baik itu pagi, siang, atau sore. Hal pentingnya, pada saat memandikannya harus menggunakan tempat mandi khusus burung. Penggunaan hand sprayer sebaiknya tidak dilakukan karena tidak bagus untuk perkembangan mentalnya.

Jemur

Cucak ijo tergolong burung yang kurang suka dengan hawa panas. Jadi, sebaiknya penjemuran jangan terlalu lama, cukup 1—2 jam di pagi hari, kecuali sudah dibiasakan dengan melatihnya secara bertahap. Jika mulutnya sudah membuka dan lompat-lompatan, segera tarik dari penjemuran.

 

Cara Merawat Cucak Ijo

Sumber: Buku Top 10 Burung Ocehan

 

Baca Juga:  Pakan yang Disukai Burung Cucakrawa
Loading...
Loading...