Cara Merawat Jangkrik Supaya Cepat Panen

Pertanianku Cara merawat jangkrik yang baik adalah diawali dengan menggunakan bibit dari hasil tangkapan alam. Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat dan umurnya sekitar 10—20 hari.

Cara merawat jangkrik
Foto: Google Image

Sementara itu, calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik dibandingkan jangkrik hasil budidaya. Kalaupun induk betina bukan didapat dari hasil tangkapan alam bebas, induk dapat dibeli dari peternakan/pengepul. Khusus induk jantan, diusahakan dari alam bebas karena lebih agresif.

Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang berkualitas baik adalah sebagai berikut.

Loading...

Indukan betina

Sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap. Kedua kaki belakangnya masih lengkap. Bisa melompat dengan tangkas, gesit, dan kelihatan sehat. Badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengilap. Pilihlah induk yang besa dan jangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.

Induk jantan

Selalu mengeluarkan suara mengerik. Permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang serta tidak mempunyai ovipositor di ekor.

Induk betina

Tidak mengerik dan permukaan punggung atau sayap halus. Ada ovipositor di bawah ekor untuk mengeluarkan telur.

Perawatan bibit dan calon induk

Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya karena pertumbuhannya sangat pesat. Dengan begitu, kalau makanannya kurang, anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah, akibatnya populasi akan menurun.

Selain itu, perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu seperti semut, tikus, cecak, kecoa, dan laba-laba.

Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, pemberian makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran, dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari. Selain itu, yang wajib diberikan adalah makanan berupa voor/konsentrat yang juga biasa diberikan sebagai pakan ayam.

Baca Juga:  Tips Memilih Pakan Kelinci untuk Pemula
Loading...
Loading...