Cara Merawat Tanaman Buah Tin agar Rajin Berbuah

Pertanianku— Buah tin terbilang cukup mudah ditanam di pot. Penanaman di pot memudahkan Anda untuk merawat tanaman buah tin. Teknik perawatan yang benar dapat membuat tanaman buah tin rajin berbuah. Buah tin sendiri terkenal bernilai ekonomi tinggi karena masih jarang orang yang membudidayakannya. Oleh karena itu, jika berhasil membuatnya rajin berbuah, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari buah tin.

merawat tanaman buah tin
foto: Pertanianku

Merawat tanaman buah tin tidak begitu sulit. Perawatan yang perlu diberikan sama seperti tanaman buah pada umumya, yaitu penyiraman, pemangkasan, dan pemupukan.

Penyiraman

Buah tin perlu disiram secara teratur, terutama pada awal masa pertumbuhan. Penyiraman sebaiknya dilakukan 1—2 minggu sekali. Ketika pohon sudah memasuki masa generatif atau pembentukan buah, penyiraman dihentikan karena dapat menyebabkan pecah buah dan kadar manis pada buah berkurang.

Pemangkasan

Pemangkasan memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga bentuk pohon hingga meningkatkan produktivitas pohon. Untuk meningkatkan pembentukan buah, pemangkasan perlu dilakukan di bagian pucuk cabang. Pucuk sudah bisa dipangkas setelah menghasilkan delapan helai daun. Pemangkasan tersebut berguna untuk mengalihkan nutrisi ke pembentukan buah.

Pemangkasan juga dapat dilakukan untuk membentuk akar baru agar proses penyerapan unsur hara tanaman berjalan lebih baik. Pemangkasan akar tanaman buah tin dilakukan ketika proses penggantian pot. Akar yang dipangkas sebanyak 1/3 bagian dengan menggunakan gunting tajam yang sudah direndam ke dalam larutan pemutih.

Pemupukan

Pemupukan harus disesuaikan dengan umur tanaman dan jenis pupuk. Untuk tanaman yang masih berumur 3 bulan, pupuk NPK yang diberikan adalah NPK 15:10:15 sebanyak 150 gram per pohon setiap empat bulan sekali. Tanaman yang berumur 2 tahun diberikan pupuk NPK 15:10:15 sebanyak 250 gram per pohon setiap empat bulan sekali. Setelah tanaman berumur 5 tahun, pupuk yang diberikan 15:10:15 dengan dosis sebanyak 500 gram per pohon.

Baca Juga:  Balitbangtan Akan Punya Bengkel Alsintan Berjalan

Selain pupuk NPK, tanaman perlu diberikan pupuk organik berupa pupuk kandang sejak tanaman berusia 1 tahun hingga 5 tahun. Dosis yang diberikan sebanyak 500 gram per pohon setiap satu tahun sekali.