Cara Mudah Budi Daya Kopi Luwak


Pertanianku – Kopi luwak merupakan jenis salah satu kopi yang memiliki pengolahan berbeda dengan jenis kopi lainnya. Tak seperti jenis kopi lainnya yang difermentasi biasa dengan cara diawetkan dalam peti, kopi luwak difermentasi oleh pencernaan dari hewan luwak.

Cara Mudah Budi Daya Kopi Luwak

Biji kopi yang telah dimakan luwak akan difermentasi secara alami di perut luwak. Dengan begitu, biji yang sudah dicerna oleh luwak siap diolah untuk produksi biji kopi.

Cara budi daya kopi luwak terbilang sedikit rumit, tetapi keuntungannya cukup yang menjanjikan. Harga pasaran kopi luwak cukup mahal, apalagi jika kopi yang dihasilkan berkualitas tinggi. Untuk budi dayanya, Anda harus memiliki 2 buah lahan. Lahan pertama untuk tanaman kopi. Adapun lahan yang kedua untuk kandang luwak. Sebenarnya, jika Anda lebih fokus untuk memproduksi kopi luwak, Anda bisa saja hanya memiliki luwaknya. Sementara itu, biji kopinya dapat Anda beli dari kebun orang lain. Tertarikkah Anda budi daya kopi luwak? Jika ya, berikut tahapan dan persiapannya.

  • Siapkan lahan tanam

Hal pertama yang harus Anda persiapkan untuk budi daya kopi luwak adalah menyiapkan lahan untuk menanam kopi. Untuk lahan sebaiknya pilih lahan dengan tanah yang bagus dan cuaca yang mendukung seperti di pegunungan. Luas lahan sebenarnya tidak terlalu penting untuk produksi kopi luwak. Namun, hal yang tak boleh diabaikan adalah cara menanam dan juga teknik menanam kopi yang benar agar menghasilkan kopi yang bagus. Untuk budi daya kopi luwak agar menghasilkan buah kopi yang bagus ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk teknik budidaya kopi luwak yang tepat.

  • Jenis bibit

Pastikan Anda memilih bibit dari pohon yang berkualitas atau dari penjual bibit yang terpercaya. Sebenarnya semua jenis luwak senang dengan semua jenis kopi asal kopinya benar-benar matang dan bagus. Disarankan untuk memilih kopi arabusta. Hal ini karena kualitas arabusta yang sudah bagus jika diolah untuk kopi luwak akan semakin meningkat kualitasnya.

  • Proses penyemaian dan penanaman

Sebelum Anda melakukan penanaman, pastikan Anda melakukan penyemaian bibit kopi hingga berumur 7–9 bulan. Penyemaian bisa dilakukan di polybag agar lebih mudah. Beberapa hal penting yang harus Anda pastikan adalah kadar air, intensitas cahaya, dan juga jumlah takaran pupuk yang tepat dalam proses pemupukan. Siram bibit yang disemai selama 2 kali sehari dan beri pupuk urea. Cabut rumput liar yang tumbuh di sekitar bibit. Saat berumur 7–9 bulan, bibit siap ditanam di lahan. Kemudian untuk cara tanam tidak bisa dilakukan sembarangan. Lahan harus diberi pupuk kandang terlebih dahulu. Ukuran lubang tanam sekitar 60 cm persegi dengan jarak 2,5 cm. Pastikan setiap jarak agar tanaman kopi mendapatkan cukup nutrisi. Diamkan lubang selama 2 bulan agar siap untuk ditanam dari bibit yang sudah disemai. Selalu lakukan perawatan agar hasil kopi bagus sehingga luwak mau memakannya.

  • Proses produksi kopi luwak
Baca Juga:  Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Tumbuh Hingga 70 Persen

Setelah Anda menanam kopi, selanjutnya adalah produksi kopi luwak. Yang Anda siapkan tentu saja kandang dan berikut luwaknya. Pastikan luwak yang Anda pilih merupakan luwak yang sehat dan cukup umur untuk memakan kopi. Jika Anda memiliki lahan yang luas dengan produksi buah yang banyak, sebaiknya Anda juga memiliki luwak dalam jumlah yang cukup. Luwak hanya memakan buah kopi yang benar-benar bagus dan matang. Oleh karena itu, jika Anda menanam biji kopi sendiri pastikan untuk melakukan penanaman kopi dengan baik.

Untuk proses memanen sebaiknya dilakukan saat benar-benar matang. Sebelum diberikan ke luwak, lakukan penyortiran manual agar luwak lebih mudah untuk memilih buah kopi. Untuk proses produksi, pastikan luwak dalam keadaan yang sehat. Jika terdapat tanda-tanda luwak sedang sakit, jangan digunakan dalam produksi kopi luwak. Pisahkan dari luwak yang lain dan tunggu hingga benar-benar sembuh.

Jika terdapat sisa kopi yang banyak, Anda bisa mengolahnya menjadi kopi biasa. Pasalnya, luwak hanya mengonsumsi dalam jumlah tertentu. Luwak hanya mengonsumsi biji kopi yang matang. Jadi, jangan harap mereka mau makan sisa buah kopi.

Untuk peralatan proses produksi ada beberapa alat dan tempat yang harus Anda miliki. Pertama adalah mesin oven untuk mengeringkan atau tempat penjemuran. Untuk proses pengeringan paling baik menggunakan sinar matahari. Kedua, mesin tumbuk untuk memisahkan kopi luwak mentah dari kulit ari. Jangan lupa siapkan tempat untuk pencucian biji kopi luwak. Dan yang terakhir alat tumbuk untuk menghaluskan kopi yang sudah siap.

loading...
loading...