Cara Mudah Budidaya Terong Belanda


Pertaniaku – Terong belanda merupakan salah satu jenis terong yang tumbuh pada 1941 di Indonesia, tepatnya didaerah Bogor  Jawa Barat.  Jenis terong Belanda, berbeda berbeda dengan jenis terong-terong lainnya, karena terong belanda sangat mirip dengan bentuk telur, cuma bagian terlihat lebih meruncing.

Cara Mudah Budidaya Terong Belanda

Terong jenis ini memiliki warna yang cerah, yakni merah kekuningan dan begitu juga dengan dagingnya. Sehingga terlihat sekilas seperti  menyerupai buah tomat, akan tetapi jika kita belah maka bagian tengah atau bagian biji terong ini berwarna ungu kehitaman. Terong belanda dapat hidup diketinggian 1000–2000 m dpl, dengan suhu diatas 10 derajat celsius dan embun bekunya.

Jika masih keadaan mentah, buah terong belanda dapat digunakan untuk masakan ‘chutney’, kari dan sambal, sedangkan jika buah matang digunakan untuk sirup, sup, adonan pengisi (perut ayam, dan sebagainya) dan untuk rujak.  Karena setiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan memiliki kandungan berupa air 85 gram, protein 1,5 gram, lemak 0,06–1,28 gram, karbohidrat 10 gram, serat 1,4–4,2 gram, abu 0,7 gram, vitamin A 150-500 SI, vitamin C 25 mg. Tetapi, Sebagian besar vitamin akan hilang, jika dilakukan proses perebusan.

  • Perbanyakan dan penanaman

Pilihlah bibit yang hampir sama kualitasnya dengan induknya, jika di Brazil biasanya bibit terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dan dianginkan, lalu disimpan di lemari pendingin selama 24 jam. Biasanya jika sudah didinginkan, bibit akan berubah menjadi kecambah 100% dalam 4–6 hari.

Setelah itu, lakukan persemaian dengan memberikan pupuk berupa kompos dan dinaungi ringanm, kemudian lakukan perbanyakan dengan setek. Setek  dari batang yang berumur 1–2 tahun, yang diameternya 10–30 mm, panjangnya 45–100 cm dapat ditanam langsung di lapangan setelah daun-daunnya dibuang. Tanaman dari setek tumbuh menjadi pohon yang rimbun bercabang-cabang rendah, yang harus dibuang bunga-bunganya agar pada tahun pertama pertumbuhan dapat terangsang.

  • Pemeliharaan kebun
Baca Juga:  Cara Paling Mudah Budidaya Semangka Tanpa Biji

Lakukan pemeliharaan pada pohong dengan melakukan pemberian mulsa agar menguntungkan. Pohon muda yang berasal dari benih dipenggal hingga tingginya menjadi 1 meter, agar percabangannya bermunculan, dan setiap tahun diadakan pemangkasan di awal daur kehidupannya. Pemangkasan dilakukan dengan cara  pemotongan cabang dan penjarangan cabang-cabang yang telah pernah berbuah, agar terjadi peremajaan cabang yang akan berbuah, dan mengurangi terpencarnya cabang cabang pohon.

Berikan pupuk dengan kombinasi 110–170 kg N, 35–55 kg P2O5, dan 100–200 kg K2O per tahun. Di daerah tropik pemakaian sejumlah besar bahan organik dan pupuk kandang ketika membuat guludan untuk penanaman akan mengurangi perlunya pemberian pupuk tambahan. Pengairan selama musim kemarau penting untuk mempertahankan pertumbuhan dan untuk memperbaiki ukuran buah dan hasil panen.

  • Hama dan penyakit

Biasanya banyak virus yang menyerang  tanaman,  seperti  mosaik terong belanda, mosaik mentimun, dan mosaik Arab, yang akan cepat menyebar (vektor utamanya mungkin afid) dan menyebabkan turunnya hasil kebun terong belanda itu, sehingga semua virus ini harus di lakukan pemberantasan. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman ini adalah berupa penyakit  jamur, seperti embun tepunglah yang paling mengganggu, yang akan menyebabkan daun tua rontok lebih awal. Cara pencegahannya dengan cara perlakuan khusus secara  teratur sulfur atau dengan penyemprotan fungisida.

  • Panen dan pasca panen

Masa panen pada buah terong belanda biasanya dilakukan beberapa kali sepanjang musim panen, sekitar  5–7 bulan, yang menghasilkan 15–17 ton/ hektar. Pemanenan dilakukan dengan  cara dipetik, karena tangkai buah mudah sekali patah di bagian lapisan absisinya yang berada 3,5–5 cm dari pangkal buahnya.  Buah terung belanda dagingnya keras dan kulitnya licin dan liat sehingga mudah dikelola.

Baca Juga:  Cara Memberi Perangsang Buah yang Tepat untuk Tanaman Kelengkeng

Dalam keadaan kehangatan yang normal, daya tahannya sekitar 1 minggu, tetapi pada penyimpanan dingin dengan suhu 3,5 derajat celsius ± 1 derajat celsius buah dapat disimpan selama 8 minggu atau lebih. Colletotrichum dan phoma yang menyerang buah yang tersimpan harus diberantas dengan perendaman dalam air panas dan pelapisan kembali dengan lilin.