Cara Mudah dan Tepat Budidaya Jahe di Lahan

Pertanianku — Jahe merah dikenal sebagai rempah yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, popularitas jahe merah cukup baik di kalangan masyarakat. Nah, daripada Anda hanya berperan sebagai konsumsen, ada baiknya membalikkan keadaan yakni mencoba untuk jadi prosusen jahe merah. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan budidaya jahe di lahan.

budidaya jahe di lahan
Foto: Shutterstock

Pertama, siapkan lahan. Tahapan awal dalam budidaya jahe merah adalah menyiapkan lahan tanam seperti pada cara menanam kenikir dengan setek. Lahan tanam yang diperlukan haruslah berupa lahan tanah yang subur dan gembur.

Dibutuhkan pengolahan lahan. Langkah yang digunakan adalah menyiapkan lahan tanam. Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul lahan. Atau, Anda juga bisa membajak area tanam.

Setelah itu, buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang disesuaikan luas lahan. Tinggi bedengan dibuat 25—30 cm. Kemudian, jarak antartiap bedengan sekitar 50 cm. Setelah itu, taburkan pupuk kandang dengan dosis 10 kg untuk bedengan dengan luas 10 meter. Setelah itu, buat lubang tanam dengan jarak 25×25 cm. Kedalaman lubang tanam 25—30 cm.

Kemudian, isikan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 0,5 kg. Biarkan selama seminggu baru kemudian bedengan dapat ditanami. Setelah lahan siap, tahapan selanjutnya adalah menyiapkan benih tanaman.

Benih tanaman yang disiapkan adalah berupa rumpang benih jahe merah. Untuk mendapatkannya, bisa membelinya di pasar tradisional. Setelah lahan tanam dan bibit siap, tahapan selanjutnya adalah melakukan penanaman pada lahan.

Disarankan agar penanaman dilakukan pada saat selesai musim penghujan dan memasuki musim kemarau. Sebab, curah air yang berlimpah dapat menyebabkan bibit membusuk dan tidak dapat tumbuh di kemudian waktu. Perawatan dan pemeliharaan dalam budidaya jahe merah terbilang cukup sederhana.

Baca Juga:  Penanganan Pascapanen Jagung Manis

Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat awal tanam. Dengan catatan, masa tanam yang dilakukan bertepatan dengan musim kering atau musim kemarau. Lakukan penyiraman minimal 3—4 hari sekali.

Selain penyiraman dapat mempermudah proses panen, menyiram tanaman 3 hari sebelum dilakukan panen akan mempermudah proses pengambilan umbi. Pemupukan dilakukan pada awal masa tanam menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang. Disarankan hanya menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik.

Sebab, sebenarnya tanpa dipupuk pun tanaman jahe merah sudah dapat tumbuh baik. Namun, tentunya untuk memperbaiki kualitas umbi perlu melakukan pemupukan tambahan minimal tiga kali sampai dengan masa panen tiba. Penyiangan dilakukan setiap 2—3 minggu sekali. Caranya, yaitu dengan membersihkan gulma dan rumput yang tunbuh di sekitar tanaman.

Selain itu, rumput di daerah antarbedengan juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Panen jahe merah dapat dilakukan sejak umur 3—4 bulan dan pada akhir masa panen dapat dilakukan dengan mencabut batang tanaman beserta umbinya, lalu memotong bagian pangkal batang.

Loading...