Cara Mudah Membuat Pupuk Cair dari Keong Mas


Pertanianku — Keong mas merupakan salah satu musuh utama petani padi. Sebab, ia merupakan hama yang turut menurunkan hasil produksi padi. Untuk mengurangi populasinya, Anda bisa membuat pupuk cair dari keong mas, si perusak tanaman padi itu.

pupuk cair dari keong mas
Foto: Google Image

Umumnya petani mengendalikan hama secara manual dengan memungutnya satu per satu. Keong mas yang telah didapatkan selanjutnya dimasak menjadi lauk pauk atau dijadikan sebagai makanan bebek. Namun, ternyata keong mas ini juga dapat diolah menjadi pupuk cair. Berikut ini resep yang bisa Anda tiru untuk membuat pupuk cair dari keong mas.

Resep pertama

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan berikut ini.

  • 1 kg keong mas yang masih hidup
  • 4 liter air cucian beras
  • 2 liter air kelapa
  • 400 gram gula merah
  • 160 ml aktivator

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Tuangkan air cucian beras dan aktivator ke dalam ember. Aduk supaya tercampur rata. Lalu biarkan semalaman agar mengendap.
  2. Tumbuk keong mas yang masih hidup sampai benar-benar hancur. Anda bisa memakai alu untuk menumbuk keong mas ini.
  3. Tuangkan air kelapa ke dalam sebuah baskom. Tambahkan gula merah. Encerkan gula merah ini sampai tercampur rata dengan air kelapa.
  4. Hasil campuran air kelapa dan gula merah selanjutnya dituangkan ke dalam ember berisi air cucian beras dan aktivator. Aduk hingga tercampur.
  5. Tutuplah bagian atas ember tersebut menggunakan plastik, lalu ikan bagian pinggirnya. Kemudian buat lubang seukuran selang. Lantas masukkan selang plastik.
  6. Biarkan campuran ini selama 10—15 hari agar terjadi proses fermentasi di dalamnya. Di sini Anda tidak perlu melakukan tindakan apa pun.
  7. Setelah masa tunggu selesai, Anda bisa membuka ember. Proses fermentasi dikatakan berhasil apabila aromanya seperti tape. Tetapi kalau berbau busuk, prosesnya gagal.
Baca Juga:  Cara Paling Sederhana Bertanam Vertikultur Paralon

Dosis aturan pemakaian yang direkomendasikan:

  • Tanaman perkebunan: 250 ml/15 liter air yang dilakukan setelah pindah tanam dan selanjutnya 2 minggu sekali.
  • Tanaman sayuran: 200 ml/15 liter air yang dilakukan 7 hari setelah tanam dan berikutnya setiap 7 hari sekali.
  • Tanaman padi: 250 ml/15 liter air yang dilakukan 10 hari setelah tanam, 25 hari setelah tanam, dan berikutnya setiap 15 hari sekali.

Resep kedua

Bahan-bahan yang digunakan sebagai berikut.

  • 5 kg keong mas yang masih hidup
  • 10 kg pupuk kandang
  • 1 liter urine kelinci
  • 5 kg ikan asin
  • 500 gram gula merah
  • 100 liter air
  • 500 ml bio aktivator

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Tumbuklah keong mas menggunakan alu sedikit demi sedikit sampai seluruhnya halus.
  2. Tambahkan ikan asin sedikit demi sedikit ke alu sembari terus ditumbuk.
  3. Tambahkan 2,5 kg pupuk kandang ke alu, lalu tumbuk lagi sampai tercampur rata.
  4. Hasil tumbukan di atas selanjutnya dipindahkan ke ember dan dibiarkan semalaman.
  5. Keesokan harinya, Anda bisa menumbuk lagi hasil tumbukan di atas. Kemudian hasilnya disimpan lagi ke ember dan didiamkan selama 12 jam.
  6. Proses penumbukan ini harus dilakukan minimal sebanyak 4 kali berturut-turut.
  7. Seluruh hasil tumbukan lalu dimasukkan ke drum. Tambahkan air sebanyak 100 liter, kemudian aduk supaya tercampur rata.
  8. Tambahkan urine kelinci dan bio aktivator ke dalam drum tersebut.
  9. Simpan selama 5 hari, di mana setiap hari Anda harus mengaduknya selama 5—10 menit.
  10. Setelah melewati hari ke-5, Anda tidak perlu mengaduk lagi. Biarkan saja selama 15 hari. Pada hari ke-15, pupuk ini siap untuk digunakan.