Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Sendiri

Pertanianku — Pupuk organik cukup mudah dibuat sendiri dari limbah organik yang berada di lingkungan sekitar, seperti kotoran ternak ruminansia dan limbah organik dapur. Yang harus diperhatikan ketika ingin membuat pupuk organik ialah ketersediaan limbah di sekitar Anda. Usahakan pilih limbah organik yang lebih mudah dijangkau agar biaya pengolahan tidak membesar akibat biaya distribusi limbah.

membuat pupuk organik
foto: Pertanianku

Berikut ini ulasan lebih lengkap lagi mengenai cara membuat pupuk organik dari beberapa jenis limbah organik.

Kotoran hewan ternak ruminansia

Bahan-bahan:

  • Kotoran hewan ternak ruminansia seperti sapi sebanyak 200 kg
  • Arang sekam secukupnya
  • Jerami yang sudah dibentuk kira-kira 10 cm secukupnya
  • 20 liter air
  • 5 sendok makan EM4
  • Dedaunan atau bubuk gergaji secukupnya
  • 5 sendok makan gula pasir

Cara membuat:

  • Buat larutan dekomposer dari campuran EM4, gula pasir, dan air.
  • Siapkan media pembuatan pupuk dan letakkan di tempat yang sejuk serta tidak terpapar sinar matahari atau air hujan secara langsung.
  • Campurkan kotoran hewan dengan arang sekam, lalu aduk hingga rata.
  • Tambahkan larutan dekomposer yang sudah dibuat secara merata ke seluruh bagian kotoran, lalu aduk kembali hingga rata.
  • Tambahkan jerami, dedak, dan dedaunan/bubuk gergaji sebagai lapisan kedua, lalu kembali siramkan larutan dekomposer secara merata ke seluruh bagian bahan.
  • Tutup larutan tersebut dengan jerami atau karung goni rapat-rapat.
  • Lakukan pengadukan di hari kedua dan tutup kembali dengan rapat.
  • Pupuk harus dikontrol secara berkala. Jika bahan masih terasa panas saat pengadukan, itu tandanya bahan organik belum bisa digunakan sebagai pupuk.

Limbah organik rumah tangga

Bahan-bahan:

  • Sisa makanan atau sampah rumah tangga organik
  • Tanah
  • Air

Cara membuat:

  • Siapkan seluruh sampah rumah tangga organik yang akan diolah menjadi pupuk.
  • Siapkan wadah besar lengkap dengan penutupnya.
  • Masukkan tanah secukupnya ke wadah dan sesuaikan dengan jumlah sampah organik yang akan dimasukkan ke wadah.
  • Siram tanah tersebut dengan air hingga basah.
  • Masukkan sampah rumah tangga organik yang sudah disiapkan sebelumnya. Usahakan jumlah sampah yang dimasukkan sesuai dengan jumlah tanah yang dimasukkan tadi.
  • Masukkan kembali sisa tanah untuk menutup sampah.
  • Tutup wadah secara rapat dan diamkan selama lebih dari tiga minggu.
  • Simpan wadah tersebut di daerah sejuk yang terlindung dari sinar matahari atau air hujan agar pupuk organik yang dihasilkan lebih berkualitas.
Baca Juga:  Manfaat Pola Tanam Bergilir untuk Menyuburkan Tanaman