Cara Mudah Menanam Tomat Organik Sendiri di Rumah

Pertanianku — Menanam tomat organik dapat dilakukan seperti menanam konvensional umumnya, yaitu di tanah dan pot atau polibag. Tomat organik juga bisa ditanam dengan berbagai sistem tanam, mulai dari urban farming seperti vertikultur dan hidroponik. Untuk Anda yang tertarik mencoba menanam tomat organik sendiri di rumah, berikut ini kiat-kiat yang perlu Anda lakukan.

tomay organik
foto: Pertanianku

Pengolahan tanah

Tanah yang digunakan harus dibajak dengan cangkul atau traktor agar menjadi gembur. Selanjutnya, tanah dibentuk menjadi bedengan dengan ketinggian 30—50 cm dan jarak antarbedengan sekitar 50 cm. Bedengan dibuat membujur dari arah timur ke barat agar tanaman bisa mendapatkan cahaya matahari secara maksimal.

Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 1,5 kg/tanaman. Diamkan lahan yang sudah diberikan pupuk dasar selama 1—2 minggu, kemudian tutupi bedengan dengan plastik mulsa hitam yang dijepit dengan bambu berukuran 20—25 cm. Gunakan jarak tanam yang ideal sekitar 60 cm × 60 cm.

Penanaman

Waktu penanaman tomat yang paling ideal adalah saat lahan kering di akhir musim penghujan. Sebelum ditanam, sirami lubang tanam terlebih dahulu, kemudian masukkan bibit ke lubang dan padatkan dengan ujung jari. Jangan tanam bibit pada siang hari untuk menghindari bibit stres.

Pemeliharaan

Pemeliharaan menjadi kunci keberhasilan budidaya sehingga Anda perlu melakukannya dengan benar. Tanaman tomat perlu disiram, dipupuk, diberikan ajir, dan lainnya. Penyiraman sebaiknya menggunakan alat gembor, irigasi tetes, curah, atau sistem leb agar air siraman menyebar secara merata.

Pengendalian hama dan penyakit

Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas tanaman mencapai 5—30 persen, bahkan ada beberapa hama yang dapat menyebabkan kerusakan total. Hama yang perlu diwaspadai antara lain kutu daun apids, tungau, kutu kebul, ulat grayak, ulat penggerek buah, penggorok daun, dan trips.

Baca Juga:  Penggunaan Pestisida Tidak Boleh Sembarangan

Sementara itu, penyakit yang perlu diwaspadai adalah rebah kecambah, layu bakteri, layu fusarium, antraknosa, bercak kering altenaria, hawar phytophora, dan keriting kuning. Hama dan penyakit tersebut dapat dikendalikan secara organik untuk mengurangi penggunaan bahan kimia.

Panen

Tomat sudah bisa dipanen setelah berumur 80 hari, tetapi waktu panen tersebut tidak pasti karena waktu panen sangat bergantung pada cara pemeliharaan yang digunakan.