Cara Mudah Merawat Tanaman Seledri di Pot agar Tumbuh Subur

Pertanianku — Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga setinggi 25–100 cm. Tanaman seledri bisa Anda tanam di pot untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi tanaman hias. Menanam seledri di dalam pot tidak begitu sulit, begitupun dengan cara merawatnya. Hal penting yang perlu Anda ketahui adalah syarat tumbuh dan kebutuhan tanaman.

Tanaman seledri
Foto: Pixabay

Seledri dapat tumbuh subur di dataran rendah hingga tinggi. Sayuran ini menyukai tanah yang lembap dan subur. Tanah harus memiliki pH 5,5–6,8.

Tanaman seledri bisa diperbanyak melalui biji dan pangkal batang yang masih memiliki akar. Dengan begitu, Anda masih bisa memanfaatkan pangkal batang sisa yang tidak dikonsumsi. Bila memulai dari biji seledri, Anda perlu melalui masa penyemaian terlebih dahulu.

Saat ini benih seledri sudah cukup mudah didapatkan, Anda bisa mencarinya di toko pertanian atau ­e-commerce dan marketplace. Namun, Anda harus pastikan benih tersebut berkualitas baik. Pasalnya, benih menjadi modal utama yang harus dimiliki. Apabila kualitas benih buruk, kemungkinan besar tanaman tidak bisa tumbuh subur.

Sebelum disemai, biji seledri direndam dalam air bersuhu 50°C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Setelah itu, Anda sudah siap bertanam seledri.

Berikut ini langkah-langkah menanam seledri di pot.

  • Semai benih pada wadah plastik datar yang berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  • Letakkan wadah di tempat yang terlindung dari angin dan sinar matahari secara langsung.
  • Lakukan penyiraman saat media terlihat kering.
  • Pindahkan bibit ke pot setelah dua minggu persemaian. Media tanam yang digunakan sama seperti media penyemaian.
  • Berikan pupuk kandang saat penanaman dan di pertengahan masa panen.
  • Berikan biopestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Jika ada daun yang terserang hama, segera potong dan buang.
  • Seledri sudah bisa dipanen setelah berumur 6–8 minggu. Panen dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tepat di atas akar. Anda bisa memanen bagian daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
Baca Juga:  Ragam Ramuan Pestisida Nabati yang Mudah Dibuat