Cara Paling Efektif Budidaya Mengkudu Hasil Buah Berkualitas


Pertanianku Budidaya mengkudu banyak dilakukan oleh para petani yang bertempat tinggal di perkampungan. Namun seiring perkembangan zaman, budidaya mengkudu telah banyak dibudidayakan di daerah-daerah lainnya. Buah mengkudu terkenal dengan khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit, baik itu ringan maupun berat.

Budidaya mengkudu
Foto: Google Image

Mengkudu kaya akan kandungan yang sangat baik bagi kesehatan. Salah satu nutrisi yang terdapat dalam mengkudu ialah kandungan terpenoid. Zat terpenoid dalam mengkudu ini membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

Berbagai jenis penyakit yang dapat diatasi dengan mengkudu seperti halnya sakit ginjal, hipertensi, luka, masuk angin, jantung koroner, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi lainnya. Nah, berikut ini cara budidaya mengkudu yang bisa Anda tiru.

Pembibitan

Budidaya mengkudu dapat diperbanyak dengan mengunakan biji. Pemilihan biji mengkudu yang baik ditandai dengan berwarna putih kekuningan merata, kondisi biji sudah cukup tua, berwarna cokelat tua dan berdaya kecambah tinggi 10—90%.

Bibit mengkudu bisa didapatkan melalui cara generatif, yaitu dengan menggunakan biji buah. Selain itu, bibit mengkudu juga bisa didapat dengan cara vegetatif, yaitu setek batang atau cabang.

Persiapan lahan

Tanaman mengkudu dapat tumbuh di lahan bekas perkebunan, ladang, sawah, dan hutan. Langkah yang perlu Anda lakukan, yakni melakukan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman jika akan ditanam di bekas hutan dan perkebunan. Lahan harus diolah dengan hati-hati agar humus tidak rusak.

Selanjutnya, Anda harus menaburkan kapur dolomite ke tanah dan dibiarkan selama 7—14 hari. Keuntungan dari pengapuran tersebut ialah tanah menjadi gembur, mengurangi zat-zat beracun, dan mengurangi hilangnya unsur hara.

Lubang tanam dalam budidaya mengkudu dapat dibuat dengan masing-masing ukuran panjang, lebar, dan dalam 40 cm. Jarak yang dapat dibuat sebagai lubang tanam mengkudu adalah ukuran 3m × 4m atau 4m × 4m. Namun, jarak tanam budidaya mengkudu dapat diperlebar pada lahan yang miring dan tanah yang lebih subur.

Baca Juga:  Kafe-kafe Hentikan Sajian Alpukat di Menu, Kenapa?

Penanaman

Mengkudu itu sendiri dapat ditanam, baik dengan cara tanam sela maupun tumpang sari. Meski begitu, Anda harus memerhatikan kondisi dan lahan yang cocok dan dengan iklim setempat dan tidak bersaing dengan tanaman pokok. Selain itu, Anda juga perlu memotong sebagian atau 1/3 daun untuk mengurangi proses kelayuan.

Potong akar tunggang bibit sampai 20—25 cm. Selanjutnya, masukkan media tanam buah mengkudu sampai ½ bagian. Bibit dimasukkan pada lubang tanam yang sudah disediakan seminggu sebelumnya. Timbun dengan bagian media tanam budidaya mengkudu. Tekan media tanam mengkudu agar tidak mudah rebah. Siram sampai media tanam mengkudu basah.

Perawatan

Perawatan tanaman mengkudu terdiri atas penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan. Penyiraman pada tanaman mengkudu dilakukan dua kali dalam satu hari dengan tujuan agar tanah tidak mudah kering. Penyulaman adalah pergantian tanaman mati dengan tanaman yang baru. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan tanaman yang mengganggu tanaman mengkudu.

Sementara, pemupukan mengkudu dilakukan sejak awal 3 bulan dan diulangi setiap 6 bulan. Pupuk yang digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan per pohon 1: 1. Pemangkasan budidaya mengkudu dilakukan dengan cara pemotongan dengan bantuan alat pemotong daun atau batang bertujuan menghindari hama dan penyakit yang menyerang.

Panen

Masa panen mengkudu tiba setelah buah mengkudu terlihat tua dan tercium bau khas herbal dari tanaman buah ini. Tapi waktu panen mengkudu tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini karena biasanya hasil buah mengkudu tidak serentak dan masaknya pun otomatis akan bergantian.