Cara Panen Propolis Lebah Trigona

Pertanianku — Sebenarnya waktu panen propolis lebah trigona sangat bergantung pada sumber pakan yang tersedia dan jenis trigona yang dibudidayakan. Namun, umumnya, sarang yang sudah dipenuhi oleh madu dan propolis ditandai dengan perilaku trigona yang agresif.

panen propolis
foto: Trubus

Lebah menjadi cenderung mudah menyerang siapa saja yang mendekat, terutama manusia. Lebah trigona yang agresif dapat menggigit wajah, bahkan masuk ke lubang hidung dan telinga.

Saat sarang sudah dipenuhi madu dan trigona, Anda harus segera memanennya sebelum koloni kabur. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan koloni secara rutin. Saat sarang sudah penuh, kondisi di dalam sarang menjadi sangat sempit sehingga tidak ada ruang bagi koloni. Itu sebabnya koloni kabur ke tempat baru. Pada saat penuh, suhu sarang juga meningkat.

Berikut ini cara panen propolis dari sarang lebah trigona.

Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan

Siapkan peralatan dan perlengkapan panen yang meliputi topi, jaring penutup muka, pisau yang steril, wadah penyimpan hasil panen (misalnya baskom), dan kain saringan. Penggunaan topi dan penutup muka dimaksudkan agar lebah trigona yang ukurannya sangat kecil tersebut tidak masuk ke lubang hidung dan telinga.

Membuka rumah trigona

Gunakan pisau untuk membuka rekatan di dinding kotak sarang. Setelah terbuka, ambil potongan sarang dan masukkan ke baskom.

Ambil sarang trigona

Jangan mengambil semua sarang. Sisakan sebagian sarang berisi madu dan roti lebah sebagai cadangan makanan koloni. Namun, yang lebih penting adalah agar lebah trigona tidak kabur. Setelah itu, tutup kembali kotak sarang seperti posisi semula. Pastikan posisi sarang lurus dan tidak miring untuk mencegah kematian larva. Selanjutnya, tempatkan di tempat semula.

Saring madu

Baca Juga:  Daun Pepaya untuk Mengatasi Itik Tidak Nafsu Makan

Ambil baskom yang berisi propolis. Selanjutnya, madu dan roti lebah dipisahkan. Madu disaring ke baskom lain dengan saringan kain bersih, sedangkan polen diambil dengan sendok khusus. Polen tersebut segera dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau diovenkan dengan suhu maksimal 55°C. Suhu yang terlalu tinggi akan merusak kandungan gizi polen.

Dibungkus kain bersih

Sarang yang telah dipanen madu dan polennya dibungkus dengan kain bersih, kemudian diperas untuk dikeluarkan madunya yang masih tersisa. Setelah itu, sarang beserta saringan kain yang membungkusnya dipanaskan dalam air mendidih. Sarang akan mencair dan larut dalam air, sedangkan kotoran tertinggal di saringan. Selanjutnya, sarang berpropolis cair dimasukkan ke cetakan. Setelah dingin, sarang dilepaskan dari cetakan dan dibungkus plastik. Sarang berpropolis ini siap dipasarkan dan diekstrak propolisnya.