Cara Pemangkasan Pohon Apel agar Pohon Cepat Berbuah dan Bertajuk Indah

Pertanianku — Pemangkasan adalah salah satu cara pemeliharaan pohon agar lebih cepat berbuah dan membentuk tajuk yang indah. Setiap pohon memiliki teknik pemangkasan yang berbeda-beda, seperti cara pemangkasan pohon apel.

pemangkasan pohon apel
foto: pertanianku

Pohon apel sebaiknya dibentuk perdu agar lebih mudah untuk dirawat, perompesan, dan pemanenan. Usahakan bentuk cabang pohon mendatar karena bentuk cabang tersebut lebih produktif untuk menghasilkan bunga dan buah.

Pemangkasan yang dilakukan untuk pohon apel berupa pemangkasan bentuk, pemangkasan perawatan untuk membuang tunas-tunas air yang tumbuhnya ke dalam atau ke bawah, dan juga membuang tunas-tunas yang terindikasi penyakit. Berikut cara memangkas pohon apel.

Loading...
  • Batang utama dipangkas setinggi 80 cm tepat di atas payungan daun.
  • Daun yang berada di bawah pangkasan dirompes agar dari pangkasan tumbuh tunas lateral.
  • Pilih tiga tunas lateral yang tumbuhnya ke segala arah, khusus untuk tanaman yang tumbuh menyemak bisa pilih semua cabang yang terkena sinar matahari.
  • Setelah tunas tumbuh menjadi cabang sepanjang 1 m, daunnya dirompes dan payungan daun di ujungnya dipangkas.
  • Cabang yang telah gundul dilengkungkan dengan mengikat pertengahan cabang dengan tali rafia, lalu tali rafia ditarik ke bawah. Ujung tali rafia diikatkan pada kayu pasak yang sudah tertancap di bawah. Posisi cabang harus dipastikan benar-benar mendatar agar tunas sekunder tumbuh merata dan teratur di sepanjang tunas ini.
  • Pilih tiga tunas sekunder yang arahnya baik untuk dipelihara, tunas lain yang tumbuhnya tidak beraturan sebaiknya dipangkas.
  • Setelah tunas sekunder tumbuh sepanjang satu meter, daun dirompes kembali dan dilengkungkan mendatar agar tunas tersier tumbuh.
  • Setelah tanaman berumur 4 bulan, pemangkasan dilakukan kembali untuk merangsang timbulnya pembungaan. Pemangkasan dilakukan dengan merompes daun dan memotong tunas aktif. Tunas aktif adalah tunas padat dengan daun-daun yang merapat dan di bagian ujungnya terdapat tunas yang menggemuk.
  • Setiap 6 bulan atau 14 hari setelah panen, lakukan lagi perompesan, pemangkasan, dan pelengkungan agar cabang segera ditumbuhi bunga dalam waktu yang bersamaan atau serempak.
Baca Juga:  Tips Jitu Menanam Jambu Air yang Cocok Ditanam di Musim Hujan

 

 

Loading...
Loading...