Cara Pembuatan Kompos dengan Aktivator Fix-Up Plus

PertaniankuKompos dengan aktivator fix-up plus merupakan formula yang sangat komplek mengandung beberapa bahan makanan dan hormon alami yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan aktivitas bakteri yang mengurai limbah dalam proses pengomposan.

Kompos dengan Aktivator Fix-Up Plus
foto: pixabay

Kompos dengan aktivator fix-up plus digunakan untuk mempercepat proses pengomposan yang berjalan secara aerob. Proses ini ditemukan oleh seorang ahli biokimia dari Semarang, yaitu Dr. Timothy Soeharyo. Bahan makan bakteri dan hormon alami diperoleh dari kompos yang difermentasikan dengan bantuan bakteri khusus.

Di alam, bakteri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguraikan bahan organik selama enam bulan, sedangkan untuk menjadi humus membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Loading...

Fix-Up plus mengandung berbagai nutrisi yang dapat membantu bakteri pengurai tumbuh dengan cepat. Dengan demikian, jumlah bakteri akan bertambah banyak dan proses pengomposan akan berlangsung lebih cepat menjadi sekitar 2—3 minggu saja.

Persiapan yang harus disiapkan saat membuat kompos adalah kotoran hewan atau sisa tanaman, kapur secukupnya untuk menetralkan pH, tanah secukupnya dan Fix-Up plus sebanyak 1 liter dan dilarutkan ke dalam 500 liter air. Komposisi larutan ini dapat digunakan untuk 1 ton bahan organik.

Setelah semua bahan telah siap, tahap-tahap selanjutnya sebagai berikut.

  1. Limbah yang berupa bahan organik dipotong atau dicacah kecil-kecil. Ukuran kecil dapat memudahkan proses pengomposan lebih cepat.
  2. Tambahkan kotoran hewan, kapur, dan tanah.
  3. Campuran tersebut ditimbun maksimal 1 meter dan jangan dipadatkan agar masih terdapat sirkulasi udara di dalam tumpukan.
  4. Tumpukan bahan dibasahi dengan larutan Fix-Up plus sampai rata hingga tingkat kelembapan menjadi sebesar 60 persen (bila digenggam tidak menetes).
  5. Tumpukan bakal kompos harus ditutup atau ditaruh di bawah atap agar terhindar dari sinar matahari dan hujan secara langsung.
  6. Timbunan bakal kompos dibalik setiap 10 hari sekali agar suhunya tetap terjaga.
  7. Kelembapan juga harus tetap dijaga sekitar 60 persen.
Baca Juga:  Nangka Bulat Mini, Varietas Nangka dengan Getah Buah Sedikit

Setelah 2—3 minggu proses pengomposan sudah selesai. Kompos yang telah jadi ditandai dengan warna yang berubah menjadi hitam, remah, dan tidak berbau busuk. Keunggulan kompos yang dihasilkan adalah kompos mampu menetralisir zat-zat berbahaya, mempunyai unsur hara yang lengkap, bersih, dan aman tidak menimbulkan pencemaran.

Loading...
Loading...