Cara Pembuatan Mesin Tetas Kawat Nikelin

Pertanianku — Mesin tetas merupakan sebuah lemari dengan konstruksi yang dibuat sedemikian rupa agar telur yang berada di dalamnya terus mendapatkan kehangatan hingga waktunya menetas. Penetasan telur merupakan tahapan yang sangat penting sehingga para peternak harus memerhatikan dengan baik mesin tetas yang mereka gunakan. Mesin tetas memiliki banyak jenisnya, salah satunya mesin tetas kawat nikelin.

mesin tetas kawat nikelin
foto: pertanianku

Mesin tetas yang menggunakan kawat nikelin memiliki daya telur tetas sekitar 80—90 persen. Pada dasarnya mesin tetas ini sama dengan mesin tetas lampu pijar. Kawat nikelin sebagai sumber panas akan menghantarkan panas ke dalam mesin tetas setelah dialiri arus listrik.

Mesin tetas ini dapat digunakan untuk ayam, itik, puyuh, dan walet. Jumlah telur yang dapat ditetaskan mengikuti jumlah ukuran mesin yang dibuat.

Loading...

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat mesin tetas kawat nikelin adalah kawat nikelin sebagai sumber panas, papan tripleks, kayu reng, kayu kaso, kawat nyamuk, kaca, paku, termoregulator, seng datar, engsel pintu kecil, grendel, dan lem aibon.

Panjang kawat nikelin yang dibutuhkan akan tergantung dengan kapasitas mesin tetas yang digunakan. Semakin besar kapasitas mesin, kawat nikelin yang digunakan akan semakin panjang.

Kayu reng dan kayu kaso digunakan untuk membuat kerangka mesin tetas. Papan tripleks akan digunakan sebagai dinding, tutup, dan alas mesin tetas. Kawat nyamuk akan digunakan sebagai rak tempat ditaruhnya telur yang akan ditetaskan. Sementara, untuk kaca, grendel, dan engsel digunakan untuk pintu mesin tetas.

Termoregulator digunakan sebagai pengontrol suhu di dalam ruangan sehingga suhu mesin tetas dapat dikontrol dengan baik oleh para peternak.

Bagian yang harus diperhatikan adalah pembuatan alat pemanasnya. Sumber daya untuk pemanas pada mesin tetas ini adalah listrik. Pada unit termoregulator terdapat alat yang dapat mengalirkan listrik bila kondisi kapsul mengempis, dan menghambat aliran listrik apabila mengembang. Alat itu bernama termostat.

Baca Juga:  Penanganan Pascapanen Ikan yang Tepat

Pada termostatlah kabel listrik dihubungkan dengan kawat nikel. Kawat nikel dapat digunakan langsung ataupun dibuat spiral terlebih dahulu. Agar panas tersebar merata, kawat nikel sebaiknya dibentuk menjadi spiral dengan diameter 0,5 cm.

Merangkai kawat nikel pun harus mengikuti aturan karena apabila dipasang sembarangan akan berakibat fatal. Apabila kawat terlalu dekat dengan telur, akan membuat anak ayam kepanasan. Oleh karena itu, sebaiknya kawat nikel dipasang setinggi 10—13 cm dari rak telur.

Pemasangan kawat sebaiknya dengan pola zig-zag dan membutuhkan alat bantu isolator atau terminal arus listrik yang dikaitkan di sisi-sisi mesin. Setelah rangkaian selesai dipasang, barulah kabel listrik yang berasal dari termostat dikaitkan langsung pada kawat nikelin.

Loading...
Loading...