Cara Pembukaan Lahan untuk Menanam Jabon

Pertanianku — Persiapan lahan perlu dilakukan sebelum proses penanaman. Hal ini untuk mempersiapkan lahan agar siap saat digunakan bertanam. Penanaman jabon yang dilakukan di kebun-kebun atau pekarangan kemungkinan besar tidak memerlukan penyiapan lahan. Namun, bila penanaman dilakukan di areal hutan atau semak belukar, Anda perlu melakukan pengolahan yang diawali dengan pembukaan lahan.

pembukaan lahan
foto: Pertanianku

Pembukaan lahan dilakukan dengan menebang pohon dan menebas semak belukar. Sisa-sisa tanaman tersebut disingkirkan dari areal penanaman.

Cara yang paling mudah untuk membuka lahan adalah membakar kayu-kayu dan semak belukar. Akan tetapi, cara ini dilarang oleh pemerintah karena bisa menimbulkan permasalahan baru seperti kebakaran hutan. Tak hanya itu, kebakaran tersebut dapat menimbulkan polusi udara.

Potongan kayu dan semak belukar ditumpuk dalam jalur-jalur sebagai pembatas blok. Tumpukan yang sudah cukup tinggi bisa Anda manfaatkan untuk sekat angin. Ranting dan daun yang ditumpuk lama-kelamaan akan membusuk. Sementara itu, potongan kayu secara bertahap biasanya akan ada yang mengambil untuk kayu bakar atau untuk membuat arang.

Penyiapan lahan seperti pembersihan semak belukar dan pembajakan dilakukan sebelum musim hujan antara Mei hingga Agustus. Penyiapan lahan bisa dilakukan secara mekanis ataupun manual. Pengolahan tanah manual cenderung dapat memberikan hasil yang lebih memuaskan, persentase pertumbuhannya mencapai 98 persen.

Ada tiga pola pembersihan lahan, yakni pembersihan secara total, pembersihan jalur tanam, dan pola piringan. Pembersihan secara total dilakukan untuk membersihkan seluruh areal yang akan ditanami. Pembersihan jalur tanam hanya dilakukan pada jalur tanam, sedangkan pola piringan merupakan pembersihan gulma yang dilakukan di sekitar lubang tanam.

Selain pembersihan gulma dan bahan-bahan pengganggu seperti potongan kayu dan bongkahan batu, pada persiapan lahan juga dilakukan pembuatan saluran-saluran drainase untuk menghindari genangan di areal penanaman pada musim hujan. Genangan tersebut harus dipastikan selama beberapa minggu tidak tergenang.

Baca Juga:  Waspadai Ciri-ciri Tanaman yang Kekurangan Unsur Hara

Genangan yang terjadi selama beberapa minggu sebenarnya tidak mematikan, tetapi dapat mengurangi pertumbuhan tinggi dan diameter batang hingga 50 prersen. Apabila penanaman dilakukan pada waktu rawan genangan, Anda bisa melakukan dua langkah alternatif. Pertama, membuat parit untuk mengeluarkan air jika terjadi genangan. Kedua, membuat guludan-guludan setinggi 30—40 cm dan lebar 50—100 cm dengan panjang yang disesuaikan dengan kondisi lahan.