Cara Pengangkutan Cacing Sutera Jarak Jauh agar Tetap Berkualitas

Pertanianku Cacing sutera yang akan diberikan pada ikan harus dalam kondisi yang bagus. Pasalnya, pakan dapat berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ikan sehingga pembudidaya lebih memilih pakan yang berkualitas. Namun, kondisi kualitas cacing dapat menurun setelah dipanen, apalagi cacing yang akan didistribusikan ke tempat yang jauh.

cacing sutera
foto: Pertanianku

Pengangkutan jarak jauh umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan perlakuan-perlakuan khusus untuk mempertahankan kelangsungan hidup cacing. Agar cacing tetap berkualitas ketika sampai di tempat tujuan, Anda harus memperhatikan kualitas cacing, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak, kepadatan, dan aktivitas cacing.

Kualitas cacing

Kualitas cacing yang akan didistribusikan harus dalam keadaan sehat dan baik. Cacing sutera yang kualitasnya rendah memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, terutama jika waktu pengangkutannya cukup lama. Baik atau tidaknya kualitas cacing sutera ini dipengaruhi oleh proses penampungan/karantina yang dilakukan sebelumnya.

Oksigen

Kemampuan cacing sutera untuk menggunakan oksigen bergantung pada perubahan kualitas air di sekitarnya, yakni suhu, pH, CO2, dan amoniak. Jika lingkungannya memburuk, cacing akan mengonsumsi lebih banyak oksigen.

Suhu

Suhu merupakan faktor yang penting dalam transportasi cacing sutera. Untuk pengangkutan, suhu idealnya sekitar 15–20°C. Jika kisaran suhunya berada di atas itu, cacing akan stres, lalu mati.

Kondisi pH

Nilai pH optimal selama transportasi cacing sutera hidup adalah 7–8. Perubahan pH menyebabkan cacing menjadi stres. Untuk menanggulanginya, dapat digunakan larutan buffer (misalnya perasan kunyit) yang mampu menstabilkan pH air selama transportasi.

Kondisi CO2

CO2 sebagai hasil respirasi cacing sutera akan mengubah pH air menjadi asam selama transportasi.

Kondisi amoniak

Amoniak merupakan nitrogen anorganik yang berasal dari ekskresi organisme perairan, penguraian senyawa nitrogen oleh bakteri pengurai, serta limbah industri atau rumah tangga. Peningkatan amoniak dalam wadah pengangkutan dapat menyebabkan kematian pada cacing sutera.

Baca Juga:  Silase Singkong Karet, Pakan Ternak di Musim Kemarau

Kepadatan dan aktivitas cacing

Perbandingan antara volume cacing dan volume air selama transportasi tidak boleh lebih dari 1:3. Jika cacing yang dimasukkan ke wadah transportasi terlalu banyak, akan terjadi ketidakseimbangan di dalamnya, misalnya persaingan oksigen. Hal itu dapat menyebabkan cacing sutera cepat mati.