Cara Penyerbukan Bunga Melon agar Berhasil Berbuah

Pertanianku — Pohon melon sudah mulai berbunga setelah berumur tiga minggu ketika dipelihara di dalam bot. Bunga betina yang muncul bisa berubah menjadi bakal buah apabila telah terjadi penyerbukan bunga melon.

penyerbukan bunga melon
foto: Pixabay

Banyak peternak pemula yang kerap kebingungan karena bunga tanaman yang sudah tumbuh tidak kunjung berubah menjadi buah. Padahal, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan oleh bunga jantan dan bunga betina tidak saling bertemu sehingga tidak terjadi proses pembuahan.

Di habitat alaminya, penyerbukan bunga melon dibantu dengan serangga. Namun, tanaman yang berada di dalam greenhouse tidak bisa diserbuki oleh serangga karena serangga tidak bisa masuk.

Penyerbukan bunga melon yang berada di dalam greenhouse harus dibantu oleh manusia. Dalam satu tanaman, bunga yang diserbukkan hanya bunga yang berada di ruas daun ke-11 hingga ke-15.

Penyerbukan bunga melon idealnya dilakukan pagi hari sebelum pukul 10:00 karena saat itu bunga betina sedang mekar penuh. Selama masa pembentukan bunga, kondisi media tanam harus dijaga agar tidak lembap sehingga frekuensi penyiraman dikurangi menjadi dua kali sehari.

Berikut ini langkah-langkah penyerbukan bunga melon yang harus dibantu dengan tangan manusia.

  1. Pilih bunga jantan yang sudah mekar dan jika disentuh bagian kepala sarinya akan terdapat serbuk berwarna kuning. Sementara itu, bunga betina yang dipilih merupakan bunga yang sudah mekar dan bakal buahnya akan menonjol di bawah kelopak bunga.
  2. Buang seluruh mahkota bunga jantan secara hati-hati agar tidak ada mahkota yang menghalangi benang sari.
  3. Tempelkan kepala sari ke putik yang berada di bunga betina hingga serbuk sarinya menempel di kepala putik.
  4. Jika penyerbukan berhasil, satu minggu kemudian muncul bakal buah yang akan membesar dan mahkota bunga betina akan mengering.
Baca Juga:  Peran Milenial dalam Pertanian Modern dengan Smart Farming

Setelah penyerbukan berhasil dilakukan, Anda harus melakukan seleksi buah dengan membiarkan buah yang sehat untuk tetap tumbuh dan memangkas buah yang kurang bagus. Buah yang dipilih merupakan buah dengan penampilan yang bagus, tidak cacat, dan berbentuk lonjong. Perlakuan ini bertujuan menyalurkan seluruh nutrisi ke satu buah yang sehat sehingga buah yang dihasilkan berkualitas dan rasanya manis.