Cara Perawatan yang Benar pada Mahkota Dewa

Pertanianku Perawatan tanaman mahkota dewa sering kali dianggap remeh. Tanaman ini memang tidak mudah terserang hama dan penyakit. Namun, dengan penanganan yang benar, produksi buah yang dihasilkan pun bisa meningkat dan lebih menguntungkan.

Perawatan tanaman mahkota dewa
Foto: natureloveyou.sg
Perawatan tanaman mahkota dewa
Foto: natureloveyou.sg

Penyulaman

Budidaya mahkota dewa biasa dilakukan mulai dari tahapan pembibitan. Ketika sudah memasuki masa penanaman, kadang kala ada bibit yang tidak tumbuh dengan sempurna. Jika keadaan ini terjadi, hal yang harus dilakukan adalah penyulaman alias menggantinya dengan tanaman baru. Pergantian ini harus dilakukan sedini mungkin agar umur tanaman satu dengan lainnya tidak berbeda jauh.

Loading...

Penyulaman bisa dilakukan ketika tanaman sudah berumur 3—5 minggu setelah penanaman. Jangan sampai terlambat karena bisa berpengaruh pada panen yang tidak seragam. Penyulaman juga harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak merusak tanaman yang masih baik.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan di awal, yakni sebagai pupuk dasar. Selain itu, pupuk kemudian diberikan setiap tiga bulan sekali dengan pupuk kandang sebagai pupuk susulan.

Pupuk yang digunakan pun haruslah pupuk alami. Walapun lebih lama diserap oleh tanaman, pupuk organik tidak meninggalkan residu pada buah yang dihasilkan. Buah tersebut akan digunakan sebagai bahan baku obat sehingga diharapkan tidak ada zat kimia berbahaya di dalamnya. Selain itu, pupuk organik juga bisa memperbaiki struktur tanah.

Penyiraman

Kebutuhan air untuk tumbuh kembang mahkota dewa dilakukan dengan cara penyiraman. Penyiraman perlu dilakukan saat masa tanam berlangsung, dan juga saat tanaman masih kecil. Bila sedang musim penghujan, penyiraman tidak lagi diperlukan. Setelah tanaman cukup besar, yakni berusia sekitar 6 bulan, penyiraman tidak lagi dilakukan.

Penyiangan

Tanaman mahkota dewa dikenal sebagai tanaman tahunan yang tidak mengenal musim. Oleh karena itu, penyiangan tanaman ini juga harus dilakukan setiap saat. Penyiangan dilakukan bergantung pada banyaknya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Umumnya, penyiangan dilakukan sektiar 3—4 kali dalam setahun.

Baca Juga:  Plus Minus Budidaya Aeroponik, Budidaya di Udara yang Kian Diminati

Gulma yang tumbuh di sekitar mahkota dewa bisa menjadi pesaing bagi tanaman obat asal Papua tersebut. Akibatnya, mahkota dewa akan terganggu penyerapan air, unsur hara, dan sinar matahari yang didapatkan. Efeknya tentu saja berpengaruh pada pertumbuhan tanaman perdu ini.

Untuk memudahkan, penyiangan bisa dilakukan 2—3 bulan sekali bersamaan dengan pemupukan tanaman mahkota dewa. Gulma yang tumbuh pun bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk. Gulma dibersihkan dengan bantuan cangkul, kemudian diberi bakteri pengurai agar menjadi kompos.

Loading...
Loading...