Cara Praktis Budidaya Bawang Bombay

Pertanianku – Bawang bombay atau yang memiliki nama Latin: Allium Cepa Linnaeus) adalah jenis bawang yang paling banyak dan luas dibudidayakan, dipakai sebagai bumbu maupun bahan masakan, berbentuk bulat besar dan berdaging tebal.

Cara Praktis Budidaya Bawang Bombay

Bawang bombai biasa digunakan dalam memasak makanan di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai hiasan tapi juga bagian dari masakan karena bentuknya yang besar dan tebal dagingnya. Disebut bawang bombai karena dibawa oleh pedagang-pedagang yang berasal dari kota Bombai (Mumbai sekarang) di India ke Indonesia.

Loading...

Tempat yang paling cocok untuk budidaya bawang bombay adalah daerah dengan udara sejuk. Suhu paling ideal untuk tanaman ini adalah 18–20 derajat Celsius. Rentang suhu ini, di Indonesia, umumnya terdapat pada daerah dengan ketinggian 800–100 meter dpl.

Selain suhu, pertimbangkan pula apakah tempat tanam cukup terbuka untuk menerima sinar matahari karena tanaman bawang bombay akan tumbuh subur jika mendapatkan cahaya yang cukup.

Hal selanjutnya terkait dengan kondisi tanah yang akan dijadikan media penanaman. Kriteria tanah yang baik untuk bawang bombay antara lain adalah tanah gembur, mengandung humus dalam jumlah besar, serta subur. Tanaman ini tidak menyukai tanah dengan air yang terlampau banyak, tetapi juga tidak dapat hidup dengan baik jika kekurangan air. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Cara tanam bawang bombay

Teknik budidaya bawang bombay adalah mengenai cara tanam yang benar.

  • Waktu tanam harus diperhatikan

Saat paling bagus untuk mulai menanam bawang bombay adalah saat musim kemarau. Akan tetapi, musim yang kering ini harus diimbangi dengan pemberian air yang cukup, karena pada awal pertumbuhannya, bawang bombay memerlukan air dalam jumlah banyak.

  • Pembibitan bawang bombay

Budidaya bawang bombay dapat dilakukan dengan du acara yaitu menanam biji atau umbi. Di Indonesia, umumnya orang lebih memilih menanam umbi, karena lebih mudah dicari meskipun harganya relatif lebih mahal.

  • Penyiapan tanah
Baca Juga:  Cara Pemberian Pupuk pada Sistem Tumpang Sari Cabai dan Bawang Merah

Biji atau umbi bawang sebaiknya ditanam pada lahan gembur yang telah dibuat menjadi bedengan-bedengan dengan tinggi mencapai 10–15 cm dan lebar satu meter. Buatlah peneduh untuk melindungi bedengan/persemaian. Lakukan pengolahan tanah (penggemburan tanah serta pembuatan bedengan) 2 minggu atau sebulan sebelum bibit ditanam. Sekitar satu minggu pra penanaman, lakukan pemupukan. Gunakan pupuk kompos atau kandang yang telah tua.

Pemupukan susulan dilakukan dua tiga hari sebelum bibit ditanam dengan menggunakan pupuk buatan.

  • Cara menanam

Budidaya bawang bombay dengan biji harus diawali dengan penyemaian. Sedangkan jika umbi yang dipilih sebagai bibit, maka perlu dibuatkan lubang untuk membenamkan sebagian umbi. Sebelum ditanam (setidaknya sehari sebelumnya), potong ujung umbi dan keringkan. Perhatikan jarak tanam antar umbi, idealnya, umbi bawang bombay ditanam dengan jarak 25–40 centimeter antar baris; dan 10–40 centimeter antar umbi dalam sebuah barisan.

  • Pemeliharaan tanaman bawang bombay

Sebelum dan saat bibit mulai tumbuh dan daun bawang bombay mulai bermunculan hingga saat panen tiba, pemeliharaan wajib dilakukan dengan benar. Unsur pemeliharaan tanaman bawang bombay meliputi sejumlah poin penting, yaitu penyiraman, penyiangan, serta pemberantasan penyakit dan hama yang akan mengganggu pertumbuhan bawang bawang bombay.

Penyiraman hendaknya dilakukan secara teratur. Ketika pertumbuhan baru dimulai, tanaman membutuhkan air yang lebih banyak. Seiring bertambahnya umur tanaman, pengairan bisa dilakukan dalam kurun waktu yang tidak terlalu sering, karena kebutuhan akan air juga berkurang. Lakukan penyiraman denganmengalirkan air dari parit di sekitar bedeng.

Untuk penyiangan, lakukan saat usia pohon menginjak tiga minggu. Lakukan kembali enam minggu setelahnya. Kegiatan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman. Selain itu, gemburkan kembali tanah yang mulai memadat sembari menyiangi.

Baca Juga:  Mengenal Sayuran Compositae

Terakhir, pengendalian penyakit dan hama dengan penyemprotan pestisida. Lakukan 7–10 hari sekali untuk mencegah datangnya hama dan/atau penyakit.

Loading...
Loading...