Cara Praktis Budidaya Tanaman Hias dengan Teknik Bunga Potong

Pertanianku – Apakah Anda seorang pecinta tanaman hias? Jika ya, tentu Anda mengetahui budidaya tanaman hias merupakan usaha pengembangan dalam memanfaatkan media tumbuhan. Budidaya tanaman hias sangat bermacam-macam, diantaranya tanaman yang memiliki bentuk indah dan sengaja di tanam untuk tujuan tertentu.

Berikut Cara Tepat Budi Daya Tanaman Hias dengan Teknik Bunga Potong

Berikut cara budidaya tanaman hias dengan menggunakan teknik potong.

  1. Membuat lubang tanam

Bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman bunga potong. Tanaman ini dibudidayakan secara monokultur. Sebelum mulai menanam Anda terlebih dahulu membuat lubang tanaman dengan jarak diameternya 10 x10 cm atau 20×20 cm, dengan cara ditugal. Waktu tanam yang baik dapat dilakukan pagi atau sore hari.

  1. Pemberian pupuk dasar

Untuk budidaya tanaman hias Anda memerlukan pupuk furadan 3G sebanyak 6–10 butir per setiap lubangnya. Pada saat pemberian pupuk dapat dicampurkan dengan beberapa macam ampuran pupuk diantaranya pupuk ZA 75 grm ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25 grm (3:3:1)/m2 luas tanam, usahakan pada saat merata diberikan merata pada tanah dengan sambil diaduk.

  1. Cara penanaman
  • Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengambil satu persatu bibit pada wadah penampung.
  • Urug dengan tanah tipis supaya perakaran pada bibit krisna tidak langsung terkena furadan 3G.
  • Mulailah tanam bibit krisna satu persatu pada lubang yang telah disiapkan tadi pada ke dalaman 1–2 cm dengan terus memadatkan tanah secara perlahan dekat dengan batang bibit.
  • Setelah itu siramlah dengan air dengan memasang naungan dalam dari sungkup plastik yang sedikit transparan.
  1. Teknik penanaman untuk memperpendek batang

Cara penanaman cukup dilakukan pada bunga potong biasa, tetapi tetap dengan menambahkan sedikit cahaya agar tangkai dapat lebih mudah dipendekkan ketika melakukan pemotongan pada batang bunga.

  1. Lakukan pengaturan dan penambahan cahaya

Dalam hal ini cukup sampai pada batas tertentu dengan ketinggian yang sudah ditentukan. Jika Anda menginginkan bunga krisan memiliki tangkai 70 cm, maka Anda tinggal menambahkan sedikit cahaya pada ketinggian 50–60.

Sebuah pencahayaan malam yang di biarkan selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit. Hal ini terus dilakukan secara berulang hingga 30 menit. Adapun cara lain pada pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam sekitar pukul 22.30–01.00 setiap harinya.

  1. Pemupukan

Waktu pemupukan sendiri dimulai pada umur 1 bulan setelah bibit ditanam, kemudian diulang selama seminggu sekali sampai sebulan sekali. Untuk pemberian jenis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu pupuk urea 200 gram ditambah ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m2 luas lahan. Sedangkan pada fase generatif dengan pupuk Urea 10 gram yang ditambah TSP 10 gram dan KNO3 25 gram per m2 luas lahan, dan cara pemberiannya dengan cara disebarkan dalam lubang ditugal samping kiri dan samping kanan.

Loading...