Cara Setek Tanaman Mangga

Pertanianku — Salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang bisa diterapkan pada tanaman mangga adalah setek. Setek dapat dilakukan dengan memotong cabang, ranting, atau bagian batang lain dengan ukuran panjang tertentu. Selanjutnya, bagian tersebut ditanam untuk mendapatkan tanaman baru. Setek mangga bisa didapatkan dengan cara dipotong. Berikut ini cara memotong bagian tanaman yang akan menjadi setek.

setek mangga
foto: pertanianku
  • Pilih cabang atau ranting berdiameter 10–20 mm, panjang 10–15 mm, dan memiliki 3–5 mata.
  • Potong cabang atau ranting dengan gunting taj Bagian atas dipotong miring dan dipotong sekitar 10 mm di atas mata. Bagian bawah dipotong mendatar pada 10 mm di bawah mata paling bawah.
  • Hilangkan semua daun, kecuali satu atau dua daun yang telah dipotong separuh pada ujung setek. Menyisakan daun bertujuan membantu proses terbentuknya akar sehingga pertumbuhan semakin cepat.

Setelah mendapatkan bahan setek, Anda perlu menyiapkan media perakaran yang terbuat dari campuran pasir bersih dan sejenis lumut Sphagnum sp. atau bisa juga menggunakan endapan bahan organik yang belum terurai sempurna seperti peat. Media perakaran tersebut harus memiliki pH sekitar 4,5–7,0. Bila pH media di atas 7,0, pertumbuhan akar akan kurang baik.

Media perakaran tersebut dimasukkan ke tempat semaian berupa kotak kayu atau pot. Selanjutnya, wadah diletakkan di tempat teduh. Penyemaian juga bisa dilakukan di lapangan. Caranya ganti tanah dengan bahan semai, lalu buat atap peneduh agar suasana sejuk.

Setek ditanam dengan kemiringan sudut 45° dan dimasukkan ke media perakaran sekitar 2/3 bagian. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam sekitar 5–10 cm. Daun yang terletak di dekat media perakaran berperan melindungi tunas. Selama masa pemeliharaan, media perakaran harus dalam keadaan lembap. Ketika media terlihat kering, segera lakukan penyiraman dengan air.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Agen Hayati

Setelah akar keluar, setek dapat dipindahkan ke keranjang bambu, kantong plastik hitam, atau pot yang berisi campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang. Akar bibit harus diatur menyebar ketika ditanam. Selanjutnya, letakkan di tempat yang ternaungi. Lakukan penyiraman teratur setiap hari.