Cara Sukses Menanam Cabai Organik di Pot


Pertanianku — Mayoritas masyarakat Indonesia gemar dengan cita rasa pedas. Karena itu, komoditas berbagai jenis cabai menjadi idola di pasaran. Cabai organk sendiri merupakan salah satu jenis cabai unggulan dengan nutrisi yang lebih baik jika dibanding cabai non-organik. Lalu, bagaimana cara sukses menanam cabai organik di pot?

menanam cabai organik
Foto: Pixabay

Cara menanam cabai organik terbilang lebih mudah, praktis, dan tentunya lebih ekonomis dibanding cabai jenis lainnya. Bagi Anda yang penasaran, berikut ini langkah- langkah menanamnya.

  1. Persiapan menanam cabai organik

Siapkan berbagai alat dan bahan seperti sekop, polibag atau tray semai, tanah, pupuk organik, air, pot, pisau, PGPR, bambu ataupun kayu. Setelah itu, pilihlah lokasi untuk menempatkan media tanam cabai organik. Pastikan juga lokasi yang Anda pilih bersih dan bebas limbah, terutama bebas dari polusi kendaraan bermotor ataupun asap dapur.

Jika lokasi masih kotor, Anda bisa membersihkannya terlebih dahulu. Akan lebih mudah jika Anda memilih lokasi seperti pekarangan rumah. Setelah itu, letakkan media semai berupa tray ataupun polibag di lokasi pilihan Anda. Kemudian, isilah media semai dengan tanah yang dicampur dengan pupuk organik, perbandingan 1 : 1.

  1. Penyemaian cabai organik

Untuk benih cabai, ada dua cara dalam mendapatkannya. Cara pertama, Anda bisa membelinya di toko benih ataupun toko pertanian. Cara kedua, dengan mengambilnya secara langsung dari buah cabai. Jika memilih cara pertama, Anda bisa mendapatkan benih yang berkualitas baik dengan melihat review ataupun bertanya kepada penjualnya.

Sementara, jika memilih cara kedua, Anda harus memilih buah cabai yang berkualitas baik. Ciri-cirinya, yaitu berukuran besar, berwarna merah, dan masih segar. Pilihlah buah cabai yang sudah tua atau telah masak pohon. Pilih juga buah cabai dari pohon yang sehat dan tidak cacat ataupun sedang terserang hama.

Baca Juga:  Petani Ambon Raup Rp120 Juta Berkat Budidaya Cabai

Setelah itu, belah buah cabai dengan pisau secara perlahan agar tidak merusak bijinya, lalu angin- anginkan biji cabai hingga kering. Sediakan sebuah mangkuk berukuran kecil dan tuang air panas ke dalamnya dengan ketinggian sekitar 1 cm. Masukkan biji cabai yang telah kering ke mangkuk dan biarkan sejenak hingga suhu air turun dan benar-benar dingin.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan proses penyemaian dengan menyiramkan PGPR terlebih dahulu pada media semai yang telah disiapkan. Taburkan benih cabai pada media semai dan jangan lupa untuk meletakkan media pada tempat yang teduh.

  1. Media tanam cabai organik

Untuk media tanam cabai organik, Anda bisa menggunakan pot berdiameter 30 cm. Campurkan tanah dan pupuk organik dengan perbandingan sekitar 2 : 1, lalu masukkan ke pot. Sisakan sedikit ruangan di bagian atas dengan ketinggian sekitar 5 cm. Ini bertujuan agar tanah tidak tumpah ketika Anda memindahkan pot nantinya.

Setelah bibit memiliki daun sekitar 5 helai atau telah berumur 14 hari setelah masa semai, Anda sudah bisa memindahkannya ke media tanam. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 cm dan masukkan bibit cabai. Untuk tiap pot, Anda hanya bisa mengisi 1 bibit. Setelah itu, masukkan bibit cabai dan tutup lubang dengan tanah, biarkan selama 7 hari di tempat yang teduh. Setelahnya, pindahkan pada tempat yang memiliki penyinaran cukup.

loading...
loading...