Cara Ternak Domba di Kebun Karet

Pertanianku — Sebanyak 75 persen bagian dari kebun karet adalah area lorong kosong yang sering disebut gawangan. Petani karet umumnya memanfaatkan bagian tersebut untuk menanam berbagai jenis tanaman sela. Namun, tak jarang petani karet juga menggunakan area tersebut untuk ternak domba.

ternak domba
foto: Pertanianku

Pada area gawang kebun karet ditumbuhi oleh hijauan yang dapat dimakan oleh ternak ruminansia seperti kerbau, kambing, dan domba. Di antara jenis ternak ruminansia tersebut, domba menjadi hewan yang paling cocok untuk dikembangbiakkan di area perkebunan karet.

Domba diternakkan dengan sistem kandang dengan pakan yang disuplai langsung dari kebun karet. Sistem ternak ini dapat menguntungkan petani karena mampu menurunkan biaya penyiangan gulma sebesar 15—25 persen, meningkatkan kesuburan tanah, menambah pendapatan petani karet, tidak merusak tanaman karet, dan tidak menyebabkan tanah menjadi padat.

Domba-domba yang diternakkan dapat digembalakan pada pukul 08:00—14:00, setelahnya domba digiring kembali masuk ke kandang. Kandang domba dapat dibangun di tengah area perkebunan dengan ukuran kurang lebih 7m2. Ukuran kandang tersebut mampu menampung 10 ekor domba dewasa.

Agar rumput di area kebun karet tidak habis secara bersamaan, Anda perlu menerapkan rotasi gembala dengan pola lima hari pada satu area yang sama. Setelah itu, pindah ke area yang lain selama lima hari dan seterusnya. Pola gembala ini berguna untuk membiarkan rumput-rumput di area yang lain tumbuh terlebih dahulu. Dengan begitu, kebutuhan pakan domba dapat terpenuhi setiap harinya.

Setiap 1 hektare area perkebunan karet dapat digunakan untuk menggembalakan 4—6 ekor domba. Perbandingan domba jantan dan betina dalam satu populasi penggembalaan sekitar 1:25—40 ekor. Dengan sistem gembala tersebut domba dapat dijual setelah dipelihara selama 9 bulan dan berbobot 20—25 kg/ekor.

Baca Juga:  Mentan Menilai Kabupaten Morowali Berpotensi untuk Pengembangan Sikomandan

Sementara itu, domba betina yang sedang melahirkan, dipelihara terus-menerus di dalam kandang selama dua minggu. Setelah itu, digembalakan kembali bersama domba yang lain.

Anak domba sudah dapat disapih dari induknya setelah berumur tiga bulan. Saat anak sudah disapih, domba betina sudah bisa kawin kembali. Dengan cara itu, domba betina dapat melahirkan tiga kali dan populasi domba akan meningkat 1,3 kali dari populasi awal setiap tahunnya.