Cara Tradisional Budidaya Jamur Harimau


Pertanianku — Budidaya jamur harimau terbilang sulit, terutama bagi Anda sebagai pemula. Secara umum, jamur harimau lebih familiar dikenal sebagai jamur susu harimau. Jamur ini telah terbukti mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti diabetes, hipertensi, bahkan kanker. Namun faktanya, budidaya jamur harimau sendiri masih cukup langka.

budidaya jamur harimau
Foto: Google Image

Bagi Anda yang penasaran, dapat menyimak sedikit informasi mengenai 5 cara budidaya jamur harimau dengan metode tradisional berikut ini.

Menyiapkan lokasi tanam

Lokasi untuk budidaya jamur harimau yang paling ideal adalah yang memiliki suhu rendah dan lembap. Lokasi yang digunakan juga disebut dengan istilah rumah atau kumbung jamur. Kumbung jamur dibuat seideal mungkin dan senyaman mungkin untuk memudahkan proses budidaya.

Kumbung juga dilengkapi dengan rak-rak yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan baglog jamur. Akan tetapi, berdasarkan sebuah uji coba yang dilakukan, budidaya jamur harimau yang dilakukan di ruang khusus, mampu menghasilkan panen 3 kali lipat dibandingkan di kumbung.

Menyiapkan media tanam

Bahan utama meliputi serbuk kayu (75—80 persen), bekatul (2—5 persen), kapur (1—2 persen), dan biji bijian (2—3 persen). Untuk serbuk kayu dan bekatul, sebaiknya diayak terlebih dahulu untuk kemudian diambil bagian yang halusnya saja. Jenis kayu yang digunakan sebaiknya kayu yang tidak bergetah. Semua bahan kemudian dicampurkan dan diaduk hingga merata.

Selanjutnya, tambahkan air hingga kelembapan media mencapai 80—85 persen. Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan menggenggam adonan. Jika tidak buyar dan air tidak keluar dari adonan, sudah cukup. Sebaliknya, jika adonan masih buyar, harus ditambahkan kembali air hingga cukup.

Setelah itu, masukkkan ke plastik PP tahan panas kapasitas 1 kg. Isikan media ke dalam plastik hingga padat. Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan cara merebus baglog di dalam wadah atau drum selama 7—8 jam menggunakan api stabil. Setelah dingin, kemudian pindahkan baglog ke dalam ruang tanam untuk dilakukan proses penanaman.

Baca Juga:  Kementan Prediksi Panen Padi pada 2019 Melimpah

Inokulasi bibit jamur

Inokulasi merupakan tahapan penanaman bibit jamur ke dalam baglog. Proses ini harus dilakukan dalam kondisi yang steril. Sebab, jika tidak sesuai dengan prosedur, budidaya dapat mengalamai kegagalan akibat dari kontaminasi.

Penyiraman

Penyiraman merupakan faktor utama yang wajib dilakukan. Sebagai tumbuhan yang amat menyukai keadaan lembap, air menjadi hal yang amat penting. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penyiraman minimal 2 kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Gunakan selang yang dilengkapi dengan nozzle sehingga air yang keluar merupakan butiran-butiran kecil. Siramkan pada bagian atap dan lantai kumbung.

Pengendalian hama dan penyakit

Dalam pengendalian hama dan penyakit, sebaiknya dilakukan secara preventif. Sebab, hal ini lebih efektif dan juga menjamin produk yang dihasilkan tetap higienis. Pengendalian dilakukan dengan cara mengambil baglog yang mengalami kontaminasi atau terserang hama penyakit, kemudian membuangnya jauh-jauh dari lokasi kumbung agar tidak menular pada tanaman yang sehat.