Cegah Hama Tanaman Jati di Persemaian

Pertanianku— Serangan hama dapat menjadi salah satu penyebab kegagalan proses budidaya, apalagi hama tanaman jati yang menyerang di media persemaian, tempat benih tumbuh. Benih merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya. Oleh karena itu, kualitas benih yang turun akibat serangan hama dapat menyebabkan proses budidaya terhambat.

hama tanaman jati
foto: Pertanianku

Ada beberapa jenis hama tanaman jati yang perlu Anda waspadai menyerang media persemaian, seperti Anomala sp., Clinteria kulugi, Holotrichia sp., Oryctes rhinoceras, dan Lachnostera spp. (Coleoptera: Scarabaeidae).

Selain itu, masih ada hama tanaman jati jenis rayap yang menyerang bagian akar tanaman, yaitu Microcerotermes sp. dan Odontotermes spp. Masih ada jenis hama lain yang dapat menyerang bagian akar, yakni Tettigoniella ferruginea.

Sementara itu, hama yang menyerang bagian batang dan daun anakan di media persemaian adalah Tarbinskiellus portentosus. Jenis hama yang menyerang daun anakan lainnya adalah Aullarches miliaris, Eucoptarca sp., Euprepocnemis sp., Hieroglyphus sp., dan Teratodes sp.

Hama-hama tersebut tidak hanya menyerang bibit tanaman jati yang ada di persemaian, tetapi juga menyerang tanaman yang sudah berumur 1—2 tahun. Tanaman yang sudah terserang akan mengalami layu karena akar tanaman tersebut. Selain itu, tanaman jadi lebih mudah dicabut karena sistem perakarannya sudah tidak utuh.

Pencegahan dan pemberatasan hama dapat dilakukan melalui beberapa cara yang saling berkesinambungan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan seluruh tindakan pengendalian secara rutin.

Pengendalian dimulai dengan mengumpulkan dan memusnahkan kumbang sebelum berubah menjadi uret di awal musim hujan. Penangkapan paling baik dilakukan pada pukul 17:00—19:00. Penangkapan dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap lampu.

Setelah hama kumbang dikumpulkan, berikan larutan insektisida sesuai dengan petunjuk di dalam kemasan. Penyemprotan insektisida pada permukaan tanah dapat dilakukan pada masa tebang bulan pertama.

Baca Juga:  Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis

Untuk stadium kumbang, Anda bisa menggunakan insektisida berbahan aktif parathion dengan konsentrasi 0,1 persen. Sementara itu, pada stadia uret, insektisida yang digunakan adalah furadan 3G atau basamid 3G. Gunakan dosis sesuai dengan anjuran yang sudah tertera pada kemasan. Jangan lupa perhatikan cara dan waktu pemberian agar insektisida tersebut berfungsi maksimal.