Cerahnya Masa Depan Kopi di Indonesia


Pertanianku – Produksi kopi di Indonesia terus didorong oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas. Pasalnya, sejumlah varietas kopi Indonesia kini telah mendunia. Banyak negara secara khusus mengimpor kopi dari Indonesia. Namun, apakah masa depan kopi di Indonesia cerah di masa depan?

Foto: pixabay

Sejumlah specialty coffee Indonesia yang menghasilkan kopi arabika dari Sumatera (Gayo, Lintong, Kerinci, Solok Minang, Bengkulu), Jawa Barat (Preanger dan Papandayan). Serta dari Jawa Tengah (Temanggung), Jawa Timur (Bondowoso dan Kalisat), Bali (Kintamani), Flores (Bajawa), Sulawesi (Toraja), dan Papua (Wamena). Adapun dari jenis kopi robusta, yaitu kopi asal Lampung, Jawa Tengah (Temanggung), Flores (Manggarai), serta tidak ketinggalan kopi luwak.

Produksi kopi dalam negeri pada tahun ini menembus 637.000 ton dengan 1,1 juta hektar atau 707 kilogram per hektar. Sementara, produksi kopi pada 2016 mencapai 639 ribu ton dengan luas areal 1,2 juta ton.

Produksi kopi nasional pada 2015 mencapai 639.412 ton dengan produktivitas 706 kilogram per hektare. Sementara, pada 2014 mencapai 643.857 ton dengan produktivitas 716 kilogram per hektare.

Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi negara penghasil kopi kelas dunia dengan keanekaragaman jenis dan rasa kopi di setiap daerah.

Pemerintah saat ini mendorong produk-produk spesial seperti di Aceh untuk menjadi kopi terbaik, dan juga Jawa Barat, serta Lampung. Hampir semua daerah punya spesifikasi tertentu dan didorong dengan sertifikat organik, dengan sertifikat indikasi geografis yang mencirikan produk itu berasal dari daerah tertentu.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi produsen terbesar keempat penghasil kopi setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Ekspor kopi Indonesia pada 2015 tercatat mencapai 502.021 ton dengan nilai 1,197 juta dolar AS.

Baca Juga:  Membiarkan Ternak Berkeliaran di Jalan Raya, Peternak Ini Divonis 3 Bulan
loading...
loading...