Champion Cabai Beberkan Pola Tanam Cabai sebagai Kunci Keberhasilan Budidaya

Pertanianku — Harga komoditas cabai terus mengalami fluktuasi, padahal angka produksi cabai nasional dalam lima tahun terakhir terus meningkat hingga 3—7 persen. Menyikapi fluktuasi harga cabai, Direktorat Jenderal Hortikultura mengadakan virtual literacy untuk membagikan pengalaman dan pembelajaran terkait pengaturan pola tanam cabai.

pola tanam cabai
foto: Pertanianku

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menekankan, bahwa produksi pertanian harus tetap stabil. Oleh karena itu, pola tanam yang benar dianggap penting untuk diperkenalkan kepada petani.

“Dalam kondisi pandemi saat ini serta adanya perubahan iklim global, para pelaku usaha cabai pasti sudah mengetahui bagaimana dinamika perubahan yang sangat dinamis. Oleh karena itu, kami berharap para pelaku usaha tetap dalam semangat karena cabai masih dalam komoditas strategis,” tutur Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha, mengatakan, pihaknya setiap bulan selalu menyusun prediksi dan produksi komoditas.

“Selain itu, beberapa pakar yang terkait juga sering mengingatkan antisipasi perlunya mempersiapkan diri menghadapi gejolak harga yang drastis. Salah satu caranya adalah memfokuskan diri pada pola tanam,” ungkap Tommy.

Champion cabai asal Kabupaten Bandung, Juhara, menjelaskan, beberapa poin penting yang perlu diperhatikan seperti pola tanam dan pengaturan produksi. Juhara juga mengingatkan untuk memerhatikan kontur tanah.

“Penanaman pada dataran tinggi dan dataran rendah juga memiliki pola tersendiri untuk masing-masing komoditas. Termasuk juga pengalaman jitu para petani untuk memprediksi kondisi ke depan pada produksi pola tanam,” papar Juhara.

Juhara mengatakan pola tanam monokultur jauh lebih mudah dibanding skala yang jauh lebih luas.

“Atur pola tanam sesuai dengan kebutuhan agar tetap kontinu,” ujar Juhara.

Manajemen pola tanam yang benar menurut Juhara bukan hanya berpacu pada waktu, melainkan harus mengikuti alur cuaca dan alur harga komoditas tertentu. Apabila pola tanam yang sudah diterapkan benar, tetapi ekonomi petani tetap tidak meningkat, kemungkinan ada yang salah dan harus mengubah pola strateginya.

Baca Juga:  Kiat Menanam Terung Secara Organik

Sebaliknya, jika pola tanamnya sudah mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani, pola tanam tersebut harus dipertahankan.