Cilantro Membuat Orang Berselisih, Mengapa Begitu?


Pertanianku—Tumbuhan cilantro atau masyarakat Indonesia mengenalnya dengan nama daun ketumbar bisa membuat orang berselisih. Sejenis rempah yang biasa hadir dalam santapan Meksiko, Amerika Latin, India, Timur Tengah, dan kawasan Asia ini menjadi topik dalam berita dan blog-blog.

cilantro
Shutterstock

Para penggemar cilantro menyukai aroma dan rasa tanaman sejenis ketumbar ini yang mirip jeruk. Akan tetapi, para pembenci mengatakan bahwa bahkan hanya setangkai kecil saja, bau cilantro sudah menyengat seperti sabun. Dalam kasus perdebatan ini, di sisi mana pun Anda berpihak, maka solidaritas berlimpah ruah.

Debat terkait cilantro bukan hanya sekadar masalah rasa. Menurut Charles Wysocki dari Monell Chemical Sence Center, Philadelphia, Amerika Serikat, sebenarnya perdebatan itu lebih mengenai aroma.

Aroma yang diterima otak berdasarkan pada kombinasi kompleks dari rasa, bau, panas, serta tekstur. Dalam kasus cilantro, Wysocki punya intuisi kuat bahwa gen juga turut menentukan.

Pasalnya, dari penelitian yang terus berlangsung pada anak kembar, telah terbukti bahwa anak kembar identik lebih sering memiliki reaksi yang sama daripada kembar non-identik. Meski soal genetik ini belum dapat dibuktikan, ada satu hal yang pasti.

Di California, produksi cilantro telah meningkat dua kali lipat selama satu dekade terakhir. Gary Lucier, seorang ekonom pertanian mengatakan bahwa warga Amerika Serikat telah memakan rata-rata setidaknya 150 gram cilantro dalam satu tahun. Jumlah ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya jenis santapan yang semakin beragam di pasaran.

Terkait manfaatnya, cilantro, mengandung anti-oksidan yang bisa menunda atau mencegah pembusukan makanan. Dari sebuah studi yang dilakukan, baik daun maupun biji buah ini memang mengandung anti-oksidan. Namun, pada daun efeknya jauh lebih kuat.

Tanaman ini juga tercatat telah menjadi obat tradisional untuk mengatasi diabetes mellitus tipe 2 atau yang sebelumnya dikenal dengan Noninsulin-dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Namun pada sebagian orang, cilantro bisa memicu alergi.

Baca Juga:  Jenis Sayuran Musim Kemarau yang Menguntungkan
loading...
loading...