Cina Tertarik Danai Program Peremajaan Sawit Indonesia

Pertanianku — Cina tertarik untuk mendanai program peremajaan sawit di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin. Ia menjelaskan, ketertarikan Cina akan dibahas dalam kerangka program Global Maritime Fulcrum-Belt and Road Initiatives (GMF-BRI) pada pertemuan lanjutan di Cina.

program peremajaan sawit
Foto: Pixabay

“Sederhananya begini, ada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit yang sudah punya kegiatan dan dana, kemudian ada tawaran dari Cina melalui Cina Development Bank (CDB), jadi kita kaji tawaran ini,” tutur Ridwan di Jakarta, seperti dilansir Antara News, Senin (8/4).

Ridwan menuturkan Kemenko Maritim telah menggelar rapat dengan Kemenko Perekonomian, BPDP Sawit hingga Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tawaran Cina ini.

Tawaran itu dianggap menarik karena dapat mendukung upaya peremajaan sawit. Selain itu, tawaran investasi itu juga menarik karena program BPDP Sawit yang masih jauh dari harapan.

“(Ketertarikan Cina) tentu soal bisnis. Mereka punya dana. Kalau kita, program BPDP Sawit itu masih belum sejauh yang ditargetkan,” katanya.

Meski baru akan membahas mengenai skema kerja sama program peremajaan sawit, Ridwan mengatakan pada tahap awal pemerintah Indonesia berniat menawarkan kerja sama untuk mempersiapkan basis data kepemilikan lahan sawit di Indonesia.

Menurut dia, pemerintah mendorong lahan sawit agar bisa mendukung para petani kecil. Namun, belum ada basis data kepemilikan sehingga program peremajaan masih terus terkendala.

“Jadi, tahap awal yang mungkin akan kita tawarkan adalah kerja sama menyiapkan ‘database’ yang bisa digunakan sebagai dasar bagi bank untuk mencairkan dananya. Sekali lagi, tidak pemerintah yang berbisnis, tapi silakan dia (Cina) dengan mitra industrinya (di) Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Stok Ikan Dunia Semakin Menipis Karena Pemanasan Global

Selain membahas program peremajaan sawit, proyek lain yang juga akan dibahas adalah pengembangan Techpark Regional Innovation Hub yang akan dibangun di Kura-Kura Island di Bali.

Dalam kerja sama GMF-BRI, tercatat ada sejumlah proyek yang telah mendapat lampu hijau untuk berlanjut di antaranya pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate, Kualanamu Industrial Estate, Pelabuhan Kuala Tanjung (Sumatera Utara), serta energi bersih di Kayan River Region di Kalimantan Utara.

Sementara itu, ada dua proyek yang disepakati untuk dilakukan studi kelaikan bersama dengan dana hibah dari Cina yakni pengembangan Tanah Kuning Industrial Estate di Kalimantan Utara dan Likupang Tourism District di Sulawesi Utara.

Loading...