Ciri-ciri Bibit Kambing Peranakan Etawa yang Bagus

Pertanianku — Salah satu jenis kambing yang memiliki prospek bagus karena disukai oleh masyarakat Indonesia adalah kambing peranakan etawa (PE). Hal ini karena kambing PE bisa digunakan sebagai kambing perah, pembibitan, dan penggemukan sekaligus. Anda bisa mendapatkan bibit kambing peranakan etawa dengan mudah. Namun, Anda harus mengetahui ciri-ciri bibit kambing PE yang baik.

bibit kambing peranakan etawa
foto: pertanianku

Bibit kambing yang digunakan sebaiknya berkualitas agar bisa menunjang keberhasilan peternakan. Bibit yang baik biasanya bisa dilihat dari ciri-ciri fisik ataupun tingkah lakunya. Kualitas anakan kambing tidak bisa disamakan dengan kambing dewasa. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui ciri-ciri bibit kambing yang baik secara spesifik. Berikut ini ciri-ciri bibit kambing peranakan etawa yang baik.

Bibit kambing PE betina

Loading...

Untuk mengetahui kualitas bibit kambing PE, bisa dilihat dari bentuk fisik, mulai dari bagian telinga yang panjang menjuntai, minimal 28 cm dari lekukannya. Kontur telinga terasa lemas. Panjang bibit kambing yang baik minimal 85 cm dengan tinggi badan minimal 78 cm, cekung hidung minimal 22 cm, dan lingkar perut minimal 100 cm.

Bobot bibit kambing yang digunakan sebaiknya minimal 60 kg, memiliki gelambir yang panjang dan lebar, bagian ekor melengkung ke atas, dan pada bagian bibir atas serta bawah sejajar saat kambing menutup mulutnya.

Kualitas bibit betina juga bisa dilihat dari ukuran ambing susu. Pilihlah betina yang memiliki ambing berukuran sedang dan menyambung. Puting susu seperti botol dan tergantung lurus, sejajar, serta simetris. Postur ambing dan puting seperti itu bisa memproduksi susu hingga 3 liter per hari.

Bibit kambing PE jantan

Umur pejantan yang bisa digunakan minimal 30 bulan. Untuk PE pejantan yang masih muda, bisa dinilai dari cara berdiri. Pejantan yang baik dapat berdiri dengan tegak, kaki tegak lurus, bulu mulus, mengilap, pandangan mata tajam, dan ekor melengkung ke bagian atas.

Baca Juga:  Langkah Mudah Memilih Telur Tetas yang Baik

Untuk ciri fisik bibit pejantan yang baik adalah telinga panjang menjuntai minimal 32 cm dari lekukannya, kontur telinga lemas, panjang badan minimal 100 cm, tinggi badan minimal 90 cm, cekung hidung minimal 25 cm, dan lingkar perut minimal 100 cm.

Bobot pejantan yang sebaiknya digunakan minimal 80 kg, bergelambir panjang dan lebar, buah zakar berukuran besar dan turun dengan panjang sejajar, serta memiliki bulu badan yang mulus dan mengilat.

 

Loading...
Loading...