Ciri-ciri Durian yang Siap Panen

Pertanianku— Umumnya, durian sudah bisa dipanen secara maksimal setelah tanaman berumur lebih dari 10 tahun. Jumlah durian yang bisa dipanen dalam satu pohon berkisar 60–70 butir per tahun dengan bobot rata-rata 2,7 kg. Pada dasarnya, waktu panen durian berbeda-beda, bergantung pada jenis varietas dan asal bibit tanaman.

panen durian
foto: Pertanianku

Durian lokal yang berasal dari bibit okulasi atau sambung pucuk sudah mulai berbunga pada umur 8–10 tahun. Sementara itu, pada durian genjah seperti chanee dan montong sudah bisa berbuah pada umur 4–5 tahun sejak ditanam. Asal bibit yang digunakan sama, yakni okulasi dan sambung pucuk. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jenis durian yang ditanam agar bisa menentukan waktu panen yang tepat.

Tanda-tanda durian yang sudah siap panen akan terlihat dari fisiknya. Berikut ini ciri-ciri fisik durian yang sudah siap dipanen.

  • Ujung duri pada kulit bagian bawah berwarna cokelat tua.
  • Garis-garis di antara duri terlihat lebih jelas dan warnanya berubah menjadi gelap.
  • Tangkai buah lunak dengan ruas-ruas membesar dan mudah dibengkokk
  • Buku-buku di tangkai buah membengkak.
  • Tercium khas aroma durian yang harum.
  • Bila diketuk terdengar suara seperti memukul gentong yang berisi air, yaitu kasar dan bergema.

Buah durian akan mencapai tingkat kematangan yang sempurna pada umur empat bulan setelah bunga mekar. Namun, lama pematangan buah juga bergantung pada varietas yang Anda gunakan. Misalnya, durian montong sudah mulai matang setelah berumur 125–135 hari setelah bunga mekar, sedangkan bunga durian chanee sekitar 110–116 hari setelah bunga mekar.

Buah durian yang sudah matang akan jatuh dengan sendirinya secara alami. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari kerusakan karena jatuh dengan mengikat buah di bagian tangkainya. Pengikatan sudah bisa dilakukan saat tanaman masih ada di pohon. Anda bisa mengikat buah dengan menggunakan tali rafia.

Baca Juga:  Selain Jeruk Mandarin, Ini Buah yang Sering Disajikan Saat Imlek

Durian yang akan diekspor sebaiknya dipanen ketika tingkat kematangan mencapai 80 persen. Pada tingkat kematangan ini, buah bisa disimpan selama 2–3 minggu. Sementara itu, untuk durian yang akan dijual di pasar lokal, sebaiknya panen dilakukan saat tingkat kematangan mencapai 100 persen. Pasalnya, orang Indonesia sangat menyukai buah yang matang di pohon. Berbeda dengan orang Thailand yang lebih menyukai buah yang hampir matang.