Ciri-ciri Ikan Lele yang Sudah Siap Pijah

Pertanianku — Tidak semua induk ikan lele siap pijah meskipun secara fisik sudah memenuhi kriteria untuk dipijahkan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui kondisi ikan lele yang siap dipijahkan terlebih dahulu sebelum melaksanakan proses pemijahan. Pasalnya, ikan lele yang tidak siap memijah akan menjadi penghambat proses pemijahan karena ikan tidak mau melakukan proses tersebut.

ikan lele siap pijah
foto: Pertanianku

Agar tidak salah dalam menentukan ikan yang akan dipijah, berikut ini informasi mengenai ciri-ciri ikan lele yang sudah siap pijah. Apabila ciri-ciri tersebut sudah ditemui pada ikan lele Anda, segera pindahkan ikan lele ke kolam pemijahan agar proses pemijahan bisa berlangsung.

Karakteristik induk

Secara umum, ikan lele yang sudah siap untuk dipijahkan akan cenderung saling mendekat dan berkejaran antara jantan dan betina. Jika induk tidak ada kecenderungan berdekatan dengan lawan jenisnya, kemungkinan besar ikan tersebut masih belum siap.

Kondisi perut

Perut induk betina yang sudah siap pijah memiliki perut yang buncit dan jika diraba akan terasa lembut. Namun, Anda perlu hati-hati karena tidak semua induk betina yang buncit sudah siap untuk dipijah. Bisa jadi buncit tersebut disebabkan oleh timbunan lemak karena terlalu banyak pakan.

Agar tidak terkecoh dengan penampilan fisik induk, Anda perlu memberikan perlakuan khusus sebelum induk dipijah agar lebih mudah menyeleksi induk. Umumnya induk yang sudah siap dipijah memiliki perut membuncit dan diringi dengan kelaminnya yang berubah warna menjadi kemerahan dan agak menonjol.

Bentuk kelamin jantan

Induk jantan yang sudah siap dipijah memiliki bentuk kelamin yang agak panjang, membesar, dan keras. Jika Anda urut secara perlahan pada bagian kelamin, induk akan mengeluarkan cairan putih yang disebut sperma.

Baca Juga:  Kriteria Kolam Ikan Lele yang Bagus

Sirip punggung

Induk jantan dan induk betina yang sudah siap pijah akan menegakkan sirip punggungnya apabila Anda usap bagian tersebut dengan menggunakan dua jari telunjuk. Tes ini disebut tes jari dan lebih sering digunakan oleh pembudidaya karena dinilai sederhana dan mudah dilakukan.